CoPast..
Selamat berMuhasabah Diri.. ❤
Tafakkur
MASTATHO'TUM...
(Sebuah Kata Yang Penuh) Energi Ketakwaan)
Adalah Syaikh DR Abdullah Al Azzam, seorang ulama pejuang yg sangat disegani. Ia yg mampu mengobarkan semangat juang para mujahidin Afghan semasa perjuangan melawan Uni Sovyet.
Suatu hari ia ditanya seorang muridnya,
“Ya Syaikh, apakah yg dimaksud dengan mastatho’tum?”
Sang murid menanyakan kata yg terdapat dalam Al Quran, tepatnya di Surat At Taghabun ayat 16, yg berbunyi:
fattaqullaha mastatho’tum. “Bertakwalah kepada Allah sebatas kemampuanmu”.
Apa yg dimaksud dengan “Sebatas kemampuan” tsb?
Sang Syaikh lalu mengumpulkan dan membawa murid-muridnya ke lapangan. Ia kemudian meminta semua muridnya untuk berlari mengelilingi lapangan semampu mereka. Tidak ditentukan berapa putaran, hanya diminta berlari saja seusai kemampuan fisik murid-muridnya.
Titik dan waktu keberangkatan sama, akan tetapi waktu akhir dan jumlah putaran setiap murid berbeda.
Satu putaran, para murid masih mampu menghela nafas lari. Memasuki putaran kedua, sebagian mulai terlihat kelelahan. Nafas mulai memburu tak karuan. Di putaran ketiga, lebih dari separuh para muridnya mengancungkan tangan tanda menyerah lalu menyingkir ke pinggiran lapangan.
Sebagian kecil masih terus berlari dan di putaran kelima, sudah tidak ada lagi yg sanggup berlari. Menepi kelelahan. Mereka sudah berusaha sekuat tenaga, semampu mereka.
Setelah semua muridnya menyerah, duduk mengaso di pinggir lapangan. Sang Syaikh tanpa banyak bicara, mulai berlari mengelilingi lapangan. Para murid saling pandang keheranan. Semua murid kaget dan tidak tega melihat gurunya yg sudah tua itu kepayahan.
Satu putaran, sang syaikh masih berseri-seri. Dua putaran mulai pucat pasi. Tiga putaran mulai kehilangan kendali. Menuju putaran ke-4 sang syaikh makin tampak kelelahan, raut mukanya memerah, keringat bertetesan, nafas tersengal-sengal tidak beraturan. Sesekali ia berjalan perlahan, namun beliau tetap berusaha.
Ia terus berlari sekuat tenaga, dari cepat, melambat, melambat lagi, hingga kemudian beliau pun terhuyung tanpa penyangga. Energinya terkuras habis tak tersisa. Beliau jatuh pingsan, tak sadarkan diri.
Para murid lantas berlarian menghambur ke arah sang syaikh yg terkapar di tanah. Mereka lantas ramai-ramai menggotongnya ke tempat yg lebih teduh, dan berusaha memberikan pertolongan seadanya.
Tak lama, setelah beliau siuman dan terbangun, ia disodori minum dan seteguk air segar membasahi kerongkongannya.
Baru kemudian, murid lainnya bertanya,
“Syaikh, apa yg hendak engkau ajarkan kepada kami ?”
Setelah mengatur nafas, ia lalu berkata,
“Muridku, inilah yg dinamakan titik mastatho’tum. Titik di mana saat kita berusaha semaksimal tenaga, sampai Allah sendiri yg menghentikan perjuangan kita,” jawab Sang Syaikh dengan mantap.
* * *
Inilah bentuk ikhtiar tertinggi yg dilakukan seorang hamba untuk memenuhi panggilan Rabbnya. Seseorang melakukan suatu usaha dengan sekuat tenaga, dengan kemampuan yg ia miliki sampai titik terendah.
Jangan mudah mengambil kesimpulan bahwa di sanalah batas kemampuan kita. Padahal itu hanyalah sebentuk penutupan (execuse) terhadap kelemahan diri. Berjuang sampai titik akhir, itulah yang dikehendaki dari setiap ikhtiar kita.
* * *
Inilah esensi unsur tawakkal, senantiasa terikat dengan sunnatullah...
Inilah buah dari keimanan yg kuat lagi kokoh, yakni ikhtiar yg keras, cerdas dan tak kenal menyerah dalam koridor taqorrub ilallah.
Inilah takwa sepenuh hati..
Takwa sepenuh jiwa dan raga...
Semoga bermanfaat...
Baarakallahu fiikum
Senin, 25 Juni 2018
Senin, 19 Maret 2018
Rahasia hati
يقول الإمام إبن القيم – رحمه الله : إن في القلب شعث : لا يلمه إلا الإقبال على الله، وعليه وحشة: لا يزيلها إلا الأنس به في خلوته، وفيه حزن : لا يذهبه إلا السرور بمعرفته وصدق معاملته، وفيه قلق: لا يسكنه إلا الاجتماع عليه والفرار منه إليه، وفيه نيران حسرات : لا يطفئها إلا الرضا بأمره ونهيه وقضائه ومعانقة الصبر على ذلك إلى وقت لقائه ، وفيه طلب شديد: لا يقف دون أن يكون هو وحده المطلوب ، وفيه فاقة: لا يسدها الا محبته ودوام ذكره والاخلاص له، ولو أعطى الدنيا وما فيها لم تسد تلك الفاقة أبدا!!”
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
- Di dalam hati, terdapat sobekan yang tidak bisa dijahit kecuali dengan hanya menghadap penuh kepada Allah SWT.
- Di dalam hati, juga ada sebuah keterasingan yang tak mampu diobati kecuali dengan menyendiri bersama Allah.
- Di dalam hati, juga ada sebuah kesedihan yang tidak akan mampu diseka kecuali oleh kebahagiaan yang tumbuh karena mengenal Allah dan ketulusan berinteraksi dengan-Nya.
- Di dalam hati, juga terdapat sebuah kegelisahan yang tidak mampu ditenangkan kecuali dengan berhimpun karena Allah dan pergi meninggalkan kegelisahan itu menuju Allah.
- Di dalam hati, juga terdapat gejolak api yang tidak mampu dipadamkan kecuali oleh keridhaan akan perintah, larangan, dan keputusan Allah, yang diiringi dengan ketabahan dan kesabaran sampai tiba saat perjumpaan dengan-Nya.
- Di dalam hati, juga terdapat permintaan yang begitu besar, yang takkan bisa dihentikan kecuali dengan hanya memintanya kepada Allah saja.
- Di dalam hati juga terdapat kepapaan yang takkan bisa dipenuhi kecuali oleh rasa cinta kepada Allah, senantiasa berdzikir, dan ikhlash kepada-Nya. Meski seluruh isi dunia ini diberikan, juga takkan bisa menutupi kepapaan itu selamanya.
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
- Di dalam hati, terdapat sobekan yang tidak bisa dijahit kecuali dengan hanya menghadap penuh kepada Allah SWT.
- Di dalam hati, juga ada sebuah keterasingan yang tak mampu diobati kecuali dengan menyendiri bersama Allah.
- Di dalam hati, juga ada sebuah kesedihan yang tidak akan mampu diseka kecuali oleh kebahagiaan yang tumbuh karena mengenal Allah dan ketulusan berinteraksi dengan-Nya.
- Di dalam hati, juga terdapat sebuah kegelisahan yang tidak mampu ditenangkan kecuali dengan berhimpun karena Allah dan pergi meninggalkan kegelisahan itu menuju Allah.
- Di dalam hati, juga terdapat gejolak api yang tidak mampu dipadamkan kecuali oleh keridhaan akan perintah, larangan, dan keputusan Allah, yang diiringi dengan ketabahan dan kesabaran sampai tiba saat perjumpaan dengan-Nya.
- Di dalam hati, juga terdapat permintaan yang begitu besar, yang takkan bisa dihentikan kecuali dengan hanya memintanya kepada Allah saja.
- Di dalam hati juga terdapat kepapaan yang takkan bisa dipenuhi kecuali oleh rasa cinta kepada Allah, senantiasa berdzikir, dan ikhlash kepada-Nya. Meski seluruh isi dunia ini diberikan, juga takkan bisa menutupi kepapaan itu selamanya.
Kamis, 15 Maret 2018
Mengenali Tanda Kehidupan, Oleh: Rochma Yulika
🏡Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamis, 15 Maret 2018
*Kenali Tanda Kehidupan*
Oleh: Rochma Yulika
Silih bergantinya siang dan malam.
Silih bergantinya manusia penghuni kehidupan.
Tidakkah membuat kita berpikir tentang penciptanya.
Dan tidakkah membuat kita merenung betapa agung Sang Pengatur alam semesta.
Pagi kita lihat bunga indah menguncup.
Senja telah mengubah menjadi bunga mekar nan indah.
Tiap hari ada udara yang kita hirup.
Membuat manusia mudah menjalankan amanah.
Begitu banyak rahasia alam yang telah Allah tunjukkan
Bila hati sulit mengenali sang pencipta, wajiblah kiranya kita kenali semua ciptaan.
Allah siapkan hati untuk kita mampu rasakan kehadiran Sang Maha Kuasa dalam hari-hari kita.
Allah siapkan akal untuk kita mencerna tanda-tanda kehidupan yang nampak di depan mata.
Dan Allah sudah siapkan raga bagi manusia agar bisa berjalan, melihat dan mengagumi keindahan karunia Nya.
Bila hati kita bertanya benarkah Allah itu ada?
Keluarlah!
Lihatlah langit yang membentang tanpa batas
Lihatlah samudera yang sangat luas
Lihatlah aneka rupa bunga yang mekar di belahan bumi mana saja sebagai penghias.
MasyaAllah
Tiada lisan hamba beriman berucap takbir atas kebesaran kuasa Nya.
Kenalilah Allah dengan mengenali apa yang telah diciptakan Nya.
Bahkan diantara helaan nafas sekalipun tak ada jeda.
Siapakah yang mampu memberi nyawa dan mencabutnya?.
Tiada seorang pun mampu menjalankannya.
Maka menjadi pribadi yang menghamba adalah wujud keimanan.
Bila tiada beriman merugilah kita di Yaumil Mizan.
Wallahul musta'an
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamis, 15 Maret 2018
*Kenali Tanda Kehidupan*
Oleh: Rochma Yulika
Silih bergantinya siang dan malam.
Silih bergantinya manusia penghuni kehidupan.
Tidakkah membuat kita berpikir tentang penciptanya.
Dan tidakkah membuat kita merenung betapa agung Sang Pengatur alam semesta.
Pagi kita lihat bunga indah menguncup.
Senja telah mengubah menjadi bunga mekar nan indah.
Tiap hari ada udara yang kita hirup.
Membuat manusia mudah menjalankan amanah.
Begitu banyak rahasia alam yang telah Allah tunjukkan
Bila hati sulit mengenali sang pencipta, wajiblah kiranya kita kenali semua ciptaan.
Allah siapkan hati untuk kita mampu rasakan kehadiran Sang Maha Kuasa dalam hari-hari kita.
Allah siapkan akal untuk kita mencerna tanda-tanda kehidupan yang nampak di depan mata.
Dan Allah sudah siapkan raga bagi manusia agar bisa berjalan, melihat dan mengagumi keindahan karunia Nya.
Bila hati kita bertanya benarkah Allah itu ada?
Keluarlah!
Lihatlah langit yang membentang tanpa batas
Lihatlah samudera yang sangat luas
Lihatlah aneka rupa bunga yang mekar di belahan bumi mana saja sebagai penghias.
MasyaAllah
Tiada lisan hamba beriman berucap takbir atas kebesaran kuasa Nya.
Kenalilah Allah dengan mengenali apa yang telah diciptakan Nya.
Bahkan diantara helaan nafas sekalipun tak ada jeda.
Siapakah yang mampu memberi nyawa dan mencabutnya?.
Tiada seorang pun mampu menjalankannya.
Maka menjadi pribadi yang menghamba adalah wujud keimanan.
Bila tiada beriman merugilah kita di Yaumil Mizan.
Wallahul musta'an
Senin, 12 Maret 2018
Kajian Kitab Hadits Arba'in, Imam An Nawawi, Hadits ke-28
Pembahasan Hadits ke-28 pada Kajian Kitab Hadits Arba'in, Imam An Nawawi
Edisi : Senin, 12 Maret 2018
_____________
Dari Abu Najih Al Irbadh bin Sariah RA dia berkata : "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memberikan kami nasehat yang membuat hati kami bergetar dan air mata kami bercucuran.
Maka kami berkata : 'Ya Rasulullah, seakan-akan ini merupakan nasehat perpisahan, maka berilah kami wasiat.'
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :
'Saya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah Ta’ala, tunduk dan patuh kepada pemimpin kalian meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Karena di antara kalian yang hidup (ssetelah ini) akan menyaksikan banyaknya perselisihan.
Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap ajaranku dan ajaran Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah (genggamlah dengan kuat) dengan geraham.
Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan, karena semua perkara bid’ah adalah sesat'"
(Riwayat Abu Daud dan At Turmuzi, dia berkata : hasan shahih)
*Pelajaran Hadits*
1. Bekas yang dalam dari nasehat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam jiwa para shahabat.
Hal tersebut merupakan tauladan bagi para da’i di jalan Allah Ta’ala.
2. Taqwa merupakan yang paling penting untuk disampaikan seorang muslim kepada muslim lainnya, kemudian mendengar dan ta’at kepada pemerintah selama tidak terdapat di dalamnya maksiat.
3. Keharusan untuk berpegang teguh terhadap sunnah Nabi dan sunnah Khulafaurrasyidin, karena di dalamnya terdapat kemenangan dan kesuksesan, khususnya tatkala banyak terjadi perbedaan dan perpecahan.
4. Hadits ini menunjukkan tentang sunnahnya memberikan wasiat saat berpisah karena di dalamnya terdapat kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
5. Larangan untuk melakukan hal yang baru dalam agama (bid’ah) yang tidak memiliki landasan dalam agama.
•┈┈•••○🔅📚🔅○•••┈┈•
Edisi : Senin, 12 Maret 2018
_____________
Dari Abu Najih Al Irbadh bin Sariah RA dia berkata : "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memberikan kami nasehat yang membuat hati kami bergetar dan air mata kami bercucuran.
Maka kami berkata : 'Ya Rasulullah, seakan-akan ini merupakan nasehat perpisahan, maka berilah kami wasiat.'
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :
'Saya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah Ta’ala, tunduk dan patuh kepada pemimpin kalian meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Karena di antara kalian yang hidup (ssetelah ini) akan menyaksikan banyaknya perselisihan.
Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap ajaranku dan ajaran Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah (genggamlah dengan kuat) dengan geraham.
Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan, karena semua perkara bid’ah adalah sesat'"
(Riwayat Abu Daud dan At Turmuzi, dia berkata : hasan shahih)
*Pelajaran Hadits*
1. Bekas yang dalam dari nasehat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam jiwa para shahabat.
Hal tersebut merupakan tauladan bagi para da’i di jalan Allah Ta’ala.
2. Taqwa merupakan yang paling penting untuk disampaikan seorang muslim kepada muslim lainnya, kemudian mendengar dan ta’at kepada pemerintah selama tidak terdapat di dalamnya maksiat.
3. Keharusan untuk berpegang teguh terhadap sunnah Nabi dan sunnah Khulafaurrasyidin, karena di dalamnya terdapat kemenangan dan kesuksesan, khususnya tatkala banyak terjadi perbedaan dan perpecahan.
4. Hadits ini menunjukkan tentang sunnahnya memberikan wasiat saat berpisah karena di dalamnya terdapat kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
5. Larangan untuk melakukan hal yang baru dalam agama (bid’ah) yang tidak memiliki landasan dalam agama.
•┈┈•••○🔅📚🔅○•••┈┈•
Sabtu, 10 Maret 2018
Hadits ke-27 pada Kajian Kitab Hadits Arba'in, Imam An Nawawi
Kajian Kitab Hadits Arba'in, Imam An Nawawi
Edisi : Sabtu, 10 Maret 2018
Hadits 27
_____________
Dari Nawwas bin Sam’an RA, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam beliau bersabda :
“Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah apa yang terasa mengaggu jiwamu dan engkau tidak suka jika diketahui manusia“
(Riwayat Muslim)
Dan dari Wabishah bin Ma’bad RA dia berkata : Saya mendatangi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam lalu beliau bersabda : "Engkau datang untuk menanyakan kebaikan?"
Saya menjwab : "Ya."
Beliau bersabda : "Mintalah pendapat dari hatimu, kebaikan adalah apa yang jiwa dan hati tenang karenanya, dan dosa adalah apa yang terasa mengganggu jiwa dan menimbulkan keragu-raguan dalam dada, meskipun orang-orang memberi fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya."
(Hadits hasan kami riwayatkan dari dua musnad Imam Ahmad bin Hanbal dan Ad Darimi dengan sanad yang hasan.)
Pelajaran yang terdapat dalam hadits :
1. Tanda perbuatan dosa adalah timbulnya keragu-raguan dalam jiwa dan tidak suka kalau hal itu diketahui orang lain.
2. Siapa yang ingin melakukan suatu perbuatan maka hendaklah dia menanyakan hal tersebut pada dirinya.
3. Anjuran untuk berakhlak mulia karena akhlak yang mulia termasuk unsur kebaikan yang sangat besar.
4. Hati seorang mu’min akan tenang dengan perbuatan yang halal dan gusar dengan perbuatan haram.
5. Melihat terlebih dahulu ketetapan hukum sebelum mengambil tindakan.
Ambillah yang paling dekat dengan ketakwaan dan kewara’an dalam agama.
6. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika menyampaikan sesuatu kepada para shahabatnya selalu mempertimbangkan kondisi mereka.
7. Perhatian Islam terhadap pendidikan sisi agama yang bersifat internal dalam hati orang beriman dan meminta keputusannya sebelum mengambil tindakan.
•┈┈•••○🔅📚🔅○•••┈┈•
Edisi : Sabtu, 10 Maret 2018
Hadits 27
_____________
Dari Nawwas bin Sam’an RA, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam beliau bersabda :
“Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah apa yang terasa mengaggu jiwamu dan engkau tidak suka jika diketahui manusia“
(Riwayat Muslim)
Dan dari Wabishah bin Ma’bad RA dia berkata : Saya mendatangi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam lalu beliau bersabda : "Engkau datang untuk menanyakan kebaikan?"
Saya menjwab : "Ya."
Beliau bersabda : "Mintalah pendapat dari hatimu, kebaikan adalah apa yang jiwa dan hati tenang karenanya, dan dosa adalah apa yang terasa mengganggu jiwa dan menimbulkan keragu-raguan dalam dada, meskipun orang-orang memberi fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya."
(Hadits hasan kami riwayatkan dari dua musnad Imam Ahmad bin Hanbal dan Ad Darimi dengan sanad yang hasan.)
Pelajaran yang terdapat dalam hadits :
1. Tanda perbuatan dosa adalah timbulnya keragu-raguan dalam jiwa dan tidak suka kalau hal itu diketahui orang lain.
2. Siapa yang ingin melakukan suatu perbuatan maka hendaklah dia menanyakan hal tersebut pada dirinya.
3. Anjuran untuk berakhlak mulia karena akhlak yang mulia termasuk unsur kebaikan yang sangat besar.
4. Hati seorang mu’min akan tenang dengan perbuatan yang halal dan gusar dengan perbuatan haram.
5. Melihat terlebih dahulu ketetapan hukum sebelum mengambil tindakan.
Ambillah yang paling dekat dengan ketakwaan dan kewara’an dalam agama.
6. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika menyampaikan sesuatu kepada para shahabatnya selalu mempertimbangkan kondisi mereka.
7. Perhatian Islam terhadap pendidikan sisi agama yang bersifat internal dalam hati orang beriman dan meminta keputusannya sebelum mengambil tindakan.
•┈┈•••○🔅📚🔅○•••┈┈•
Jumat, 09 Maret 2018
Proyekku adalah Anak-anakku
PROYEKKU: ANAK-ANAKKU
oleh: DR. Nabil Al-Awadhy
حينما أتكاسل عن أداء النوافل أتذكر أبنائي ومصائب الدنيا!! وأتأمل قوله تعالے: [وكان أبوهما صالحا] فأرحمهم وأجتهد
-تفكير مُخلص-
Ketika aku malas mengerjakan amalan nawaafil, aku teringat anak-anakku dan musibah dunia yg menanti. Lalu aku teringat firman Allah di surat Al-Kahfi, "Dahulu ayah dari kedua anak itu adalah orang shalih," lalu karena kasih sayangku pada mereka aku pun bersungguh-sungguh 'tuk beribadah.
مشروعك الناجح هو (أولادك)، ولنجاح هذا المشروع، اتبع ماأخبرنا به الصحابي الجليل "عبدالله بن مسعود" عندما كان يصلي في الليل وابنه الصغير نائم فينظر إليه قائلاً:
من أجلك يا بني، ويتلو وهو يبكي قوله تعالى:
"وكان أبوهما صالحاً".
Proyekmu yang berhasil adalah "anak-anakmu". Untuk menyukseskan proyek ini, mari ikuti pesan sahabat Abdullah bin Mas'ud Ra;
Sahabat mulia ini ketika shalat malam dia melihat anaknya yang masih kecil sedang tidur. Lalu dia bergumam, "Untukmu wahai buah hatiku", lalu dia shalat sambil menangis mentadabburi firman Allah: "Wa Kaana Abuuhuma Shaalihaa" (dan dahulu ayah dari kedua anak itu adalah orang yang shalih) (QS. Al-Kahfi).
نعم إن هذه هي الوصفة السحرية لصلاح أبنائنا، فإذا كان الوالد قدوة وصالحاً وعلاقته بالله قوية، حفظ الله له أبناءه بل وأبناء أبنائه، فهذه وصفة سحرية و(معادلة ربانية).
Ya. Inilah resep yang baik untuk masa depan anak-anak kita. Ketika sang ayah menjadi qudwah, shalih, dan dekat 'alaqahnya kepada Allah, maka Allah akan menjaga anak anaknya, bahkan keturunannya, ini adalah resep yang bagus dan (Skenario Rabbaniyyah).
كما أنه في قصة سورة الكهف حفظ الله الكنز للوالدين بصلاح جدهما السابع.
Sebagaimana di kisah surat Al-Kahfi, Allah menjaga harta untuk kedua anak yatim yang merupakan peninggalan kakek mereka yang ketujuh di atasnya.
ويحضرني في سياق هذا الحديث أني كنت مرة مع صديق عزيز عليَّ-ذو منصب رفيع بالكويت ويعمل في عدة لجان حكومية- ومع ذلك كان يقتطع من وقته يومياً ساعات للعمل الخيري
فقلت له يوماً: "لماذا لاتركز نشاطك في عملك الحكومي وأنت ذو منصب رفيع"؟!
فنظر إليَّ وقال: "أريد أن أبوح لك بسر في نفسي، إن لديَّ أكثر من ستة أولاد وأكثرهم ذكور، وأخاف عليهم من الانحراف، وأنا مقصر في تربيتهم، ولكني رأيت من نعم الله عليّ أني كلما أعطيت ربي من وقتي أكثر كلما صلح أبنائي".
Aku teringat ungkapan temanku, teman yang dekat bagiku, yang bekerja di kerajaan Kuwait dan memiliki jabatan yang tinggi.
Aku melihatnya menyisihkan waktunya beberapa jam dalam sehari khusus untuk melakukan amal kebaikan (amal sosial).
Aku bertanya kepadanya, "Kenapa engkau tidak fokus saja bekerja dalam posisi jabatan pemerintahanmu, dan engkau memiliki jabatan yang tinggi??!!"
Dia memandangku lalu menjawab, "Aku ingin membocorkan satu rahasia yang ada dalam diriku padamu. Aku memiliki putra lebih dari 6 orang dan mereka semuanya laki-laki. Aku takut mereka terjerumus pada kehidupan yang salah (inhiroof). Sedang aku (dalam kesibukanku) Muqasshir (tidak optimal) dalam mendidik mereka. Dan aku melihat dan membuktikan nikmat Allah padaku, semakin banyak aku memberikan waktuku untuk Rabbku, semakin baik pula keadaan anak-anakku".
- اخترتها لك لأني أحب لك ما أحب لنفسي... أسعدك الله في الدنيا والآخرة وجعلك ووالديك ومن تحب من عتقائه من النار.
Aku menceritakan ini padamu karena aku mencintai untukmu apa yang aku cintai untuk diriku sendiri. Semoga Allah memberikan kebahagiaan untukmu di dunia dan di akhirat, dan menjadikanmu dan kedua orangtuamu dan orang-orang yang engkau cintai terbebas dan dijauhkan dari api neraka.
اللهم إني نويت هذه الرسالة صدقة لأبنائي فاحفظهم من الانحراف ومن الشرور كلها.
أعيدوا إرسالها إلى أحبائكم بنية الصدقه ﻷبنائكم.
Ya Allah, aku berniat risalah singkat ini sebagai sedekah untuk anak-anakku agar terjaga dari inhiroof (salah pergaulan) dan dari kejahatan seluruhnya.
أرسلوها للآباء والأمهات
oleh: DR. Nabil Al-Awadhy
حينما أتكاسل عن أداء النوافل أتذكر أبنائي ومصائب الدنيا!! وأتأمل قوله تعالے: [وكان أبوهما صالحا] فأرحمهم وأجتهد
-تفكير مُخلص-
Ketika aku malas mengerjakan amalan nawaafil, aku teringat anak-anakku dan musibah dunia yg menanti. Lalu aku teringat firman Allah di surat Al-Kahfi, "Dahulu ayah dari kedua anak itu adalah orang shalih," lalu karena kasih sayangku pada mereka aku pun bersungguh-sungguh 'tuk beribadah.
مشروعك الناجح هو (أولادك)، ولنجاح هذا المشروع، اتبع ماأخبرنا به الصحابي الجليل "عبدالله بن مسعود" عندما كان يصلي في الليل وابنه الصغير نائم فينظر إليه قائلاً:
من أجلك يا بني، ويتلو وهو يبكي قوله تعالى:
"وكان أبوهما صالحاً".
Proyekmu yang berhasil adalah "anak-anakmu". Untuk menyukseskan proyek ini, mari ikuti pesan sahabat Abdullah bin Mas'ud Ra;
Sahabat mulia ini ketika shalat malam dia melihat anaknya yang masih kecil sedang tidur. Lalu dia bergumam, "Untukmu wahai buah hatiku", lalu dia shalat sambil menangis mentadabburi firman Allah: "Wa Kaana Abuuhuma Shaalihaa" (dan dahulu ayah dari kedua anak itu adalah orang yang shalih) (QS. Al-Kahfi).
نعم إن هذه هي الوصفة السحرية لصلاح أبنائنا، فإذا كان الوالد قدوة وصالحاً وعلاقته بالله قوية، حفظ الله له أبناءه بل وأبناء أبنائه، فهذه وصفة سحرية و(معادلة ربانية).
Ya. Inilah resep yang baik untuk masa depan anak-anak kita. Ketika sang ayah menjadi qudwah, shalih, dan dekat 'alaqahnya kepada Allah, maka Allah akan menjaga anak anaknya, bahkan keturunannya, ini adalah resep yang bagus dan (Skenario Rabbaniyyah).
كما أنه في قصة سورة الكهف حفظ الله الكنز للوالدين بصلاح جدهما السابع.
Sebagaimana di kisah surat Al-Kahfi, Allah menjaga harta untuk kedua anak yatim yang merupakan peninggalan kakek mereka yang ketujuh di atasnya.
ويحضرني في سياق هذا الحديث أني كنت مرة مع صديق عزيز عليَّ-ذو منصب رفيع بالكويت ويعمل في عدة لجان حكومية- ومع ذلك كان يقتطع من وقته يومياً ساعات للعمل الخيري
فقلت له يوماً: "لماذا لاتركز نشاطك في عملك الحكومي وأنت ذو منصب رفيع"؟!
فنظر إليَّ وقال: "أريد أن أبوح لك بسر في نفسي، إن لديَّ أكثر من ستة أولاد وأكثرهم ذكور، وأخاف عليهم من الانحراف، وأنا مقصر في تربيتهم، ولكني رأيت من نعم الله عليّ أني كلما أعطيت ربي من وقتي أكثر كلما صلح أبنائي".
Aku teringat ungkapan temanku, teman yang dekat bagiku, yang bekerja di kerajaan Kuwait dan memiliki jabatan yang tinggi.
Aku melihatnya menyisihkan waktunya beberapa jam dalam sehari khusus untuk melakukan amal kebaikan (amal sosial).
Aku bertanya kepadanya, "Kenapa engkau tidak fokus saja bekerja dalam posisi jabatan pemerintahanmu, dan engkau memiliki jabatan yang tinggi??!!"
Dia memandangku lalu menjawab, "Aku ingin membocorkan satu rahasia yang ada dalam diriku padamu. Aku memiliki putra lebih dari 6 orang dan mereka semuanya laki-laki. Aku takut mereka terjerumus pada kehidupan yang salah (inhiroof). Sedang aku (dalam kesibukanku) Muqasshir (tidak optimal) dalam mendidik mereka. Dan aku melihat dan membuktikan nikmat Allah padaku, semakin banyak aku memberikan waktuku untuk Rabbku, semakin baik pula keadaan anak-anakku".
- اخترتها لك لأني أحب لك ما أحب لنفسي... أسعدك الله في الدنيا والآخرة وجعلك ووالديك ومن تحب من عتقائه من النار.
Aku menceritakan ini padamu karena aku mencintai untukmu apa yang aku cintai untuk diriku sendiri. Semoga Allah memberikan kebahagiaan untukmu di dunia dan di akhirat, dan menjadikanmu dan kedua orangtuamu dan orang-orang yang engkau cintai terbebas dan dijauhkan dari api neraka.
اللهم إني نويت هذه الرسالة صدقة لأبنائي فاحفظهم من الانحراف ومن الشرور كلها.
أعيدوا إرسالها إلى أحبائكم بنية الصدقه ﻷبنائكم.
Ya Allah, aku berniat risalah singkat ini sebagai sedekah untuk anak-anakku agar terjaga dari inhiroof (salah pergaulan) dan dari kejahatan seluruhnya.
أرسلوها للآباء والأمهات
Kamis, 08 Maret 2018
Hikmah dari Putaran Waktu
Berhikmah dari Putaran Waktu
Oleh: Rochma Yulika
Allah swt menciptakan siang dan malam untuk kita belajar bahwa kehidupan tak selalu terang benderang namun terkadang kita berjumpa dengan kegelapan.
Silih berganti dalam putaran waktu, yang menanda bahwa hidup senantiasa berputar terus hingga penghujung masa.
Begitu pula sunatullah kehidupan.
Allah pergilirkan suka dan duka, sedih dan bahagia, air mata dan tawa ceria.
Allah berfirman:
“ Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”.
[QS.Al-Fajr(89):15-16].
Terkadang kita lebih siap bila harus tertawa bahagia. Lapang hati kita, senang hidup kita.
Berbeda bila Allah beri air mata dan duka lara.
Jiwa merasa tercabik, derasnya air mata pun sulit dibendung.
Seolah merasa dirinya paling merana.
Dan bisa jadi kita akan menyalahkan Allah. Astaghfirullah.
Tak asa yang salah dari takdir.
Usah risau lantaran ketetapan Nya selalu yang terbaik.
Yakinlah janji Allah selalu benar adanya.
Tak akan mengingkari bila harapan tak terwujud.
Hanya butuh sabar untuk menanti waktu yang terbaik.
“ …Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. ”. [QS. Ali Imran(3) :140].
Oleh: Rochma Yulika
Allah swt menciptakan siang dan malam untuk kita belajar bahwa kehidupan tak selalu terang benderang namun terkadang kita berjumpa dengan kegelapan.
Silih berganti dalam putaran waktu, yang menanda bahwa hidup senantiasa berputar terus hingga penghujung masa.
Begitu pula sunatullah kehidupan.
Allah pergilirkan suka dan duka, sedih dan bahagia, air mata dan tawa ceria.
Allah berfirman:
“ Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”.
[QS.Al-Fajr(89):15-16].
Terkadang kita lebih siap bila harus tertawa bahagia. Lapang hati kita, senang hidup kita.
Berbeda bila Allah beri air mata dan duka lara.
Jiwa merasa tercabik, derasnya air mata pun sulit dibendung.
Seolah merasa dirinya paling merana.
Dan bisa jadi kita akan menyalahkan Allah. Astaghfirullah.
Tak asa yang salah dari takdir.
Usah risau lantaran ketetapan Nya selalu yang terbaik.
Yakinlah janji Allah selalu benar adanya.
Tak akan mengingkari bila harapan tak terwujud.
Hanya butuh sabar untuk menanti waktu yang terbaik.
“ …Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. ”. [QS. Ali Imran(3) :140].
Langganan:
Postingan (Atom)