يقول الإمام إبن القيم – رحمه الله : إن في القلب شعث : لا يلمه إلا الإقبال على الله، وعليه وحشة: لا يزيلها إلا الأنس به في خلوته، وفيه حزن : لا يذهبه إلا السرور بمعرفته وصدق معاملته، وفيه قلق: لا يسكنه إلا الاجتماع عليه والفرار منه إليه، وفيه نيران حسرات : لا يطفئها إلا الرضا بأمره ونهيه وقضائه ومعانقة الصبر على ذلك إلى وقت لقائه ، وفيه طلب شديد: لا يقف دون أن يكون هو وحده المطلوب ، وفيه فاقة: لا يسدها الا محبته ودوام ذكره والاخلاص له، ولو أعطى الدنيا وما فيها لم تسد تلك الفاقة أبدا!!”
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
- Di dalam hati, terdapat sobekan yang tidak bisa dijahit kecuali dengan hanya menghadap penuh kepada Allah SWT.
- Di dalam hati, juga ada sebuah keterasingan yang tak mampu diobati kecuali dengan menyendiri bersama Allah.
- Di dalam hati, juga ada sebuah kesedihan yang tidak akan mampu diseka kecuali oleh kebahagiaan yang tumbuh karena mengenal Allah dan ketulusan berinteraksi dengan-Nya.
- Di dalam hati, juga terdapat sebuah kegelisahan yang tidak mampu ditenangkan kecuali dengan berhimpun karena Allah dan pergi meninggalkan kegelisahan itu menuju Allah.
- Di dalam hati, juga terdapat gejolak api yang tidak mampu dipadamkan kecuali oleh keridhaan akan perintah, larangan, dan keputusan Allah, yang diiringi dengan ketabahan dan kesabaran sampai tiba saat perjumpaan dengan-Nya.
- Di dalam hati, juga terdapat permintaan yang begitu besar, yang takkan bisa dihentikan kecuali dengan hanya memintanya kepada Allah saja.
- Di dalam hati juga terdapat kepapaan yang takkan bisa dipenuhi kecuali oleh rasa cinta kepada Allah, senantiasa berdzikir, dan ikhlash kepada-Nya. Meski seluruh isi dunia ini diberikan, juga takkan bisa menutupi kepapaan itu selamanya.
Senin, 19 Maret 2018
Kamis, 15 Maret 2018
Mengenali Tanda Kehidupan, Oleh: Rochma Yulika
🏡Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamis, 15 Maret 2018
*Kenali Tanda Kehidupan*
Oleh: Rochma Yulika
Silih bergantinya siang dan malam.
Silih bergantinya manusia penghuni kehidupan.
Tidakkah membuat kita berpikir tentang penciptanya.
Dan tidakkah membuat kita merenung betapa agung Sang Pengatur alam semesta.
Pagi kita lihat bunga indah menguncup.
Senja telah mengubah menjadi bunga mekar nan indah.
Tiap hari ada udara yang kita hirup.
Membuat manusia mudah menjalankan amanah.
Begitu banyak rahasia alam yang telah Allah tunjukkan
Bila hati sulit mengenali sang pencipta, wajiblah kiranya kita kenali semua ciptaan.
Allah siapkan hati untuk kita mampu rasakan kehadiran Sang Maha Kuasa dalam hari-hari kita.
Allah siapkan akal untuk kita mencerna tanda-tanda kehidupan yang nampak di depan mata.
Dan Allah sudah siapkan raga bagi manusia agar bisa berjalan, melihat dan mengagumi keindahan karunia Nya.
Bila hati kita bertanya benarkah Allah itu ada?
Keluarlah!
Lihatlah langit yang membentang tanpa batas
Lihatlah samudera yang sangat luas
Lihatlah aneka rupa bunga yang mekar di belahan bumi mana saja sebagai penghias.
MasyaAllah
Tiada lisan hamba beriman berucap takbir atas kebesaran kuasa Nya.
Kenalilah Allah dengan mengenali apa yang telah diciptakan Nya.
Bahkan diantara helaan nafas sekalipun tak ada jeda.
Siapakah yang mampu memberi nyawa dan mencabutnya?.
Tiada seorang pun mampu menjalankannya.
Maka menjadi pribadi yang menghamba adalah wujud keimanan.
Bila tiada beriman merugilah kita di Yaumil Mizan.
Wallahul musta'an
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamis, 15 Maret 2018
*Kenali Tanda Kehidupan*
Oleh: Rochma Yulika
Silih bergantinya siang dan malam.
Silih bergantinya manusia penghuni kehidupan.
Tidakkah membuat kita berpikir tentang penciptanya.
Dan tidakkah membuat kita merenung betapa agung Sang Pengatur alam semesta.
Pagi kita lihat bunga indah menguncup.
Senja telah mengubah menjadi bunga mekar nan indah.
Tiap hari ada udara yang kita hirup.
Membuat manusia mudah menjalankan amanah.
Begitu banyak rahasia alam yang telah Allah tunjukkan
Bila hati sulit mengenali sang pencipta, wajiblah kiranya kita kenali semua ciptaan.
Allah siapkan hati untuk kita mampu rasakan kehadiran Sang Maha Kuasa dalam hari-hari kita.
Allah siapkan akal untuk kita mencerna tanda-tanda kehidupan yang nampak di depan mata.
Dan Allah sudah siapkan raga bagi manusia agar bisa berjalan, melihat dan mengagumi keindahan karunia Nya.
Bila hati kita bertanya benarkah Allah itu ada?
Keluarlah!
Lihatlah langit yang membentang tanpa batas
Lihatlah samudera yang sangat luas
Lihatlah aneka rupa bunga yang mekar di belahan bumi mana saja sebagai penghias.
MasyaAllah
Tiada lisan hamba beriman berucap takbir atas kebesaran kuasa Nya.
Kenalilah Allah dengan mengenali apa yang telah diciptakan Nya.
Bahkan diantara helaan nafas sekalipun tak ada jeda.
Siapakah yang mampu memberi nyawa dan mencabutnya?.
Tiada seorang pun mampu menjalankannya.
Maka menjadi pribadi yang menghamba adalah wujud keimanan.
Bila tiada beriman merugilah kita di Yaumil Mizan.
Wallahul musta'an
Senin, 12 Maret 2018
Kajian Kitab Hadits Arba'in, Imam An Nawawi, Hadits ke-28
Pembahasan Hadits ke-28 pada Kajian Kitab Hadits Arba'in, Imam An Nawawi
Edisi : Senin, 12 Maret 2018
_____________
Dari Abu Najih Al Irbadh bin Sariah RA dia berkata : "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memberikan kami nasehat yang membuat hati kami bergetar dan air mata kami bercucuran.
Maka kami berkata : 'Ya Rasulullah, seakan-akan ini merupakan nasehat perpisahan, maka berilah kami wasiat.'
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :
'Saya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah Ta’ala, tunduk dan patuh kepada pemimpin kalian meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Karena di antara kalian yang hidup (ssetelah ini) akan menyaksikan banyaknya perselisihan.
Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap ajaranku dan ajaran Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah (genggamlah dengan kuat) dengan geraham.
Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan, karena semua perkara bid’ah adalah sesat'"
(Riwayat Abu Daud dan At Turmuzi, dia berkata : hasan shahih)
*Pelajaran Hadits*
1. Bekas yang dalam dari nasehat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam jiwa para shahabat.
Hal tersebut merupakan tauladan bagi para da’i di jalan Allah Ta’ala.
2. Taqwa merupakan yang paling penting untuk disampaikan seorang muslim kepada muslim lainnya, kemudian mendengar dan ta’at kepada pemerintah selama tidak terdapat di dalamnya maksiat.
3. Keharusan untuk berpegang teguh terhadap sunnah Nabi dan sunnah Khulafaurrasyidin, karena di dalamnya terdapat kemenangan dan kesuksesan, khususnya tatkala banyak terjadi perbedaan dan perpecahan.
4. Hadits ini menunjukkan tentang sunnahnya memberikan wasiat saat berpisah karena di dalamnya terdapat kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
5. Larangan untuk melakukan hal yang baru dalam agama (bid’ah) yang tidak memiliki landasan dalam agama.
•┈┈•••○🔅📚🔅○•••┈┈•
Edisi : Senin, 12 Maret 2018
_____________
Dari Abu Najih Al Irbadh bin Sariah RA dia berkata : "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memberikan kami nasehat yang membuat hati kami bergetar dan air mata kami bercucuran.
Maka kami berkata : 'Ya Rasulullah, seakan-akan ini merupakan nasehat perpisahan, maka berilah kami wasiat.'
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :
'Saya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah Ta’ala, tunduk dan patuh kepada pemimpin kalian meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Karena di antara kalian yang hidup (ssetelah ini) akan menyaksikan banyaknya perselisihan.
Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap ajaranku dan ajaran Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah (genggamlah dengan kuat) dengan geraham.
Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan, karena semua perkara bid’ah adalah sesat'"
(Riwayat Abu Daud dan At Turmuzi, dia berkata : hasan shahih)
*Pelajaran Hadits*
1. Bekas yang dalam dari nasehat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam jiwa para shahabat.
Hal tersebut merupakan tauladan bagi para da’i di jalan Allah Ta’ala.
2. Taqwa merupakan yang paling penting untuk disampaikan seorang muslim kepada muslim lainnya, kemudian mendengar dan ta’at kepada pemerintah selama tidak terdapat di dalamnya maksiat.
3. Keharusan untuk berpegang teguh terhadap sunnah Nabi dan sunnah Khulafaurrasyidin, karena di dalamnya terdapat kemenangan dan kesuksesan, khususnya tatkala banyak terjadi perbedaan dan perpecahan.
4. Hadits ini menunjukkan tentang sunnahnya memberikan wasiat saat berpisah karena di dalamnya terdapat kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
5. Larangan untuk melakukan hal yang baru dalam agama (bid’ah) yang tidak memiliki landasan dalam agama.
•┈┈•••○🔅📚🔅○•••┈┈•
Sabtu, 10 Maret 2018
Hadits ke-27 pada Kajian Kitab Hadits Arba'in, Imam An Nawawi
Kajian Kitab Hadits Arba'in, Imam An Nawawi
Edisi : Sabtu, 10 Maret 2018
Hadits 27
_____________
Dari Nawwas bin Sam’an RA, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam beliau bersabda :
“Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah apa yang terasa mengaggu jiwamu dan engkau tidak suka jika diketahui manusia“
(Riwayat Muslim)
Dan dari Wabishah bin Ma’bad RA dia berkata : Saya mendatangi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam lalu beliau bersabda : "Engkau datang untuk menanyakan kebaikan?"
Saya menjwab : "Ya."
Beliau bersabda : "Mintalah pendapat dari hatimu, kebaikan adalah apa yang jiwa dan hati tenang karenanya, dan dosa adalah apa yang terasa mengganggu jiwa dan menimbulkan keragu-raguan dalam dada, meskipun orang-orang memberi fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya."
(Hadits hasan kami riwayatkan dari dua musnad Imam Ahmad bin Hanbal dan Ad Darimi dengan sanad yang hasan.)
Pelajaran yang terdapat dalam hadits :
1. Tanda perbuatan dosa adalah timbulnya keragu-raguan dalam jiwa dan tidak suka kalau hal itu diketahui orang lain.
2. Siapa yang ingin melakukan suatu perbuatan maka hendaklah dia menanyakan hal tersebut pada dirinya.
3. Anjuran untuk berakhlak mulia karena akhlak yang mulia termasuk unsur kebaikan yang sangat besar.
4. Hati seorang mu’min akan tenang dengan perbuatan yang halal dan gusar dengan perbuatan haram.
5. Melihat terlebih dahulu ketetapan hukum sebelum mengambil tindakan.
Ambillah yang paling dekat dengan ketakwaan dan kewara’an dalam agama.
6. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika menyampaikan sesuatu kepada para shahabatnya selalu mempertimbangkan kondisi mereka.
7. Perhatian Islam terhadap pendidikan sisi agama yang bersifat internal dalam hati orang beriman dan meminta keputusannya sebelum mengambil tindakan.
•┈┈•••○🔅📚🔅○•••┈┈•
Edisi : Sabtu, 10 Maret 2018
Hadits 27
_____________
Dari Nawwas bin Sam’an RA, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam beliau bersabda :
“Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah apa yang terasa mengaggu jiwamu dan engkau tidak suka jika diketahui manusia“
(Riwayat Muslim)
Dan dari Wabishah bin Ma’bad RA dia berkata : Saya mendatangi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam lalu beliau bersabda : "Engkau datang untuk menanyakan kebaikan?"
Saya menjwab : "Ya."
Beliau bersabda : "Mintalah pendapat dari hatimu, kebaikan adalah apa yang jiwa dan hati tenang karenanya, dan dosa adalah apa yang terasa mengganggu jiwa dan menimbulkan keragu-raguan dalam dada, meskipun orang-orang memberi fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya."
(Hadits hasan kami riwayatkan dari dua musnad Imam Ahmad bin Hanbal dan Ad Darimi dengan sanad yang hasan.)
Pelajaran yang terdapat dalam hadits :
1. Tanda perbuatan dosa adalah timbulnya keragu-raguan dalam jiwa dan tidak suka kalau hal itu diketahui orang lain.
2. Siapa yang ingin melakukan suatu perbuatan maka hendaklah dia menanyakan hal tersebut pada dirinya.
3. Anjuran untuk berakhlak mulia karena akhlak yang mulia termasuk unsur kebaikan yang sangat besar.
4. Hati seorang mu’min akan tenang dengan perbuatan yang halal dan gusar dengan perbuatan haram.
5. Melihat terlebih dahulu ketetapan hukum sebelum mengambil tindakan.
Ambillah yang paling dekat dengan ketakwaan dan kewara’an dalam agama.
6. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika menyampaikan sesuatu kepada para shahabatnya selalu mempertimbangkan kondisi mereka.
7. Perhatian Islam terhadap pendidikan sisi agama yang bersifat internal dalam hati orang beriman dan meminta keputusannya sebelum mengambil tindakan.
•┈┈•••○🔅📚🔅○•••┈┈•
Jumat, 09 Maret 2018
Proyekku adalah Anak-anakku
PROYEKKU: ANAK-ANAKKU
oleh: DR. Nabil Al-Awadhy
حينما أتكاسل عن أداء النوافل أتذكر أبنائي ومصائب الدنيا!! وأتأمل قوله تعالے: [وكان أبوهما صالحا] فأرحمهم وأجتهد
-تفكير مُخلص-
Ketika aku malas mengerjakan amalan nawaafil, aku teringat anak-anakku dan musibah dunia yg menanti. Lalu aku teringat firman Allah di surat Al-Kahfi, "Dahulu ayah dari kedua anak itu adalah orang shalih," lalu karena kasih sayangku pada mereka aku pun bersungguh-sungguh 'tuk beribadah.
مشروعك الناجح هو (أولادك)، ولنجاح هذا المشروع، اتبع ماأخبرنا به الصحابي الجليل "عبدالله بن مسعود" عندما كان يصلي في الليل وابنه الصغير نائم فينظر إليه قائلاً:
من أجلك يا بني، ويتلو وهو يبكي قوله تعالى:
"وكان أبوهما صالحاً".
Proyekmu yang berhasil adalah "anak-anakmu". Untuk menyukseskan proyek ini, mari ikuti pesan sahabat Abdullah bin Mas'ud Ra;
Sahabat mulia ini ketika shalat malam dia melihat anaknya yang masih kecil sedang tidur. Lalu dia bergumam, "Untukmu wahai buah hatiku", lalu dia shalat sambil menangis mentadabburi firman Allah: "Wa Kaana Abuuhuma Shaalihaa" (dan dahulu ayah dari kedua anak itu adalah orang yang shalih) (QS. Al-Kahfi).
نعم إن هذه هي الوصفة السحرية لصلاح أبنائنا، فإذا كان الوالد قدوة وصالحاً وعلاقته بالله قوية، حفظ الله له أبناءه بل وأبناء أبنائه، فهذه وصفة سحرية و(معادلة ربانية).
Ya. Inilah resep yang baik untuk masa depan anak-anak kita. Ketika sang ayah menjadi qudwah, shalih, dan dekat 'alaqahnya kepada Allah, maka Allah akan menjaga anak anaknya, bahkan keturunannya, ini adalah resep yang bagus dan (Skenario Rabbaniyyah).
كما أنه في قصة سورة الكهف حفظ الله الكنز للوالدين بصلاح جدهما السابع.
Sebagaimana di kisah surat Al-Kahfi, Allah menjaga harta untuk kedua anak yatim yang merupakan peninggalan kakek mereka yang ketujuh di atasnya.
ويحضرني في سياق هذا الحديث أني كنت مرة مع صديق عزيز عليَّ-ذو منصب رفيع بالكويت ويعمل في عدة لجان حكومية- ومع ذلك كان يقتطع من وقته يومياً ساعات للعمل الخيري
فقلت له يوماً: "لماذا لاتركز نشاطك في عملك الحكومي وأنت ذو منصب رفيع"؟!
فنظر إليَّ وقال: "أريد أن أبوح لك بسر في نفسي، إن لديَّ أكثر من ستة أولاد وأكثرهم ذكور، وأخاف عليهم من الانحراف، وأنا مقصر في تربيتهم، ولكني رأيت من نعم الله عليّ أني كلما أعطيت ربي من وقتي أكثر كلما صلح أبنائي".
Aku teringat ungkapan temanku, teman yang dekat bagiku, yang bekerja di kerajaan Kuwait dan memiliki jabatan yang tinggi.
Aku melihatnya menyisihkan waktunya beberapa jam dalam sehari khusus untuk melakukan amal kebaikan (amal sosial).
Aku bertanya kepadanya, "Kenapa engkau tidak fokus saja bekerja dalam posisi jabatan pemerintahanmu, dan engkau memiliki jabatan yang tinggi??!!"
Dia memandangku lalu menjawab, "Aku ingin membocorkan satu rahasia yang ada dalam diriku padamu. Aku memiliki putra lebih dari 6 orang dan mereka semuanya laki-laki. Aku takut mereka terjerumus pada kehidupan yang salah (inhiroof). Sedang aku (dalam kesibukanku) Muqasshir (tidak optimal) dalam mendidik mereka. Dan aku melihat dan membuktikan nikmat Allah padaku, semakin banyak aku memberikan waktuku untuk Rabbku, semakin baik pula keadaan anak-anakku".
- اخترتها لك لأني أحب لك ما أحب لنفسي... أسعدك الله في الدنيا والآخرة وجعلك ووالديك ومن تحب من عتقائه من النار.
Aku menceritakan ini padamu karena aku mencintai untukmu apa yang aku cintai untuk diriku sendiri. Semoga Allah memberikan kebahagiaan untukmu di dunia dan di akhirat, dan menjadikanmu dan kedua orangtuamu dan orang-orang yang engkau cintai terbebas dan dijauhkan dari api neraka.
اللهم إني نويت هذه الرسالة صدقة لأبنائي فاحفظهم من الانحراف ومن الشرور كلها.
أعيدوا إرسالها إلى أحبائكم بنية الصدقه ﻷبنائكم.
Ya Allah, aku berniat risalah singkat ini sebagai sedekah untuk anak-anakku agar terjaga dari inhiroof (salah pergaulan) dan dari kejahatan seluruhnya.
أرسلوها للآباء والأمهات
oleh: DR. Nabil Al-Awadhy
حينما أتكاسل عن أداء النوافل أتذكر أبنائي ومصائب الدنيا!! وأتأمل قوله تعالے: [وكان أبوهما صالحا] فأرحمهم وأجتهد
-تفكير مُخلص-
Ketika aku malas mengerjakan amalan nawaafil, aku teringat anak-anakku dan musibah dunia yg menanti. Lalu aku teringat firman Allah di surat Al-Kahfi, "Dahulu ayah dari kedua anak itu adalah orang shalih," lalu karena kasih sayangku pada mereka aku pun bersungguh-sungguh 'tuk beribadah.
مشروعك الناجح هو (أولادك)، ولنجاح هذا المشروع، اتبع ماأخبرنا به الصحابي الجليل "عبدالله بن مسعود" عندما كان يصلي في الليل وابنه الصغير نائم فينظر إليه قائلاً:
من أجلك يا بني، ويتلو وهو يبكي قوله تعالى:
"وكان أبوهما صالحاً".
Proyekmu yang berhasil adalah "anak-anakmu". Untuk menyukseskan proyek ini, mari ikuti pesan sahabat Abdullah bin Mas'ud Ra;
Sahabat mulia ini ketika shalat malam dia melihat anaknya yang masih kecil sedang tidur. Lalu dia bergumam, "Untukmu wahai buah hatiku", lalu dia shalat sambil menangis mentadabburi firman Allah: "Wa Kaana Abuuhuma Shaalihaa" (dan dahulu ayah dari kedua anak itu adalah orang yang shalih) (QS. Al-Kahfi).
نعم إن هذه هي الوصفة السحرية لصلاح أبنائنا، فإذا كان الوالد قدوة وصالحاً وعلاقته بالله قوية، حفظ الله له أبناءه بل وأبناء أبنائه، فهذه وصفة سحرية و(معادلة ربانية).
Ya. Inilah resep yang baik untuk masa depan anak-anak kita. Ketika sang ayah menjadi qudwah, shalih, dan dekat 'alaqahnya kepada Allah, maka Allah akan menjaga anak anaknya, bahkan keturunannya, ini adalah resep yang bagus dan (Skenario Rabbaniyyah).
كما أنه في قصة سورة الكهف حفظ الله الكنز للوالدين بصلاح جدهما السابع.
Sebagaimana di kisah surat Al-Kahfi, Allah menjaga harta untuk kedua anak yatim yang merupakan peninggalan kakek mereka yang ketujuh di atasnya.
ويحضرني في سياق هذا الحديث أني كنت مرة مع صديق عزيز عليَّ-ذو منصب رفيع بالكويت ويعمل في عدة لجان حكومية- ومع ذلك كان يقتطع من وقته يومياً ساعات للعمل الخيري
فقلت له يوماً: "لماذا لاتركز نشاطك في عملك الحكومي وأنت ذو منصب رفيع"؟!
فنظر إليَّ وقال: "أريد أن أبوح لك بسر في نفسي، إن لديَّ أكثر من ستة أولاد وأكثرهم ذكور، وأخاف عليهم من الانحراف، وأنا مقصر في تربيتهم، ولكني رأيت من نعم الله عليّ أني كلما أعطيت ربي من وقتي أكثر كلما صلح أبنائي".
Aku teringat ungkapan temanku, teman yang dekat bagiku, yang bekerja di kerajaan Kuwait dan memiliki jabatan yang tinggi.
Aku melihatnya menyisihkan waktunya beberapa jam dalam sehari khusus untuk melakukan amal kebaikan (amal sosial).
Aku bertanya kepadanya, "Kenapa engkau tidak fokus saja bekerja dalam posisi jabatan pemerintahanmu, dan engkau memiliki jabatan yang tinggi??!!"
Dia memandangku lalu menjawab, "Aku ingin membocorkan satu rahasia yang ada dalam diriku padamu. Aku memiliki putra lebih dari 6 orang dan mereka semuanya laki-laki. Aku takut mereka terjerumus pada kehidupan yang salah (inhiroof). Sedang aku (dalam kesibukanku) Muqasshir (tidak optimal) dalam mendidik mereka. Dan aku melihat dan membuktikan nikmat Allah padaku, semakin banyak aku memberikan waktuku untuk Rabbku, semakin baik pula keadaan anak-anakku".
- اخترتها لك لأني أحب لك ما أحب لنفسي... أسعدك الله في الدنيا والآخرة وجعلك ووالديك ومن تحب من عتقائه من النار.
Aku menceritakan ini padamu karena aku mencintai untukmu apa yang aku cintai untuk diriku sendiri. Semoga Allah memberikan kebahagiaan untukmu di dunia dan di akhirat, dan menjadikanmu dan kedua orangtuamu dan orang-orang yang engkau cintai terbebas dan dijauhkan dari api neraka.
اللهم إني نويت هذه الرسالة صدقة لأبنائي فاحفظهم من الانحراف ومن الشرور كلها.
أعيدوا إرسالها إلى أحبائكم بنية الصدقه ﻷبنائكم.
Ya Allah, aku berniat risalah singkat ini sebagai sedekah untuk anak-anakku agar terjaga dari inhiroof (salah pergaulan) dan dari kejahatan seluruhnya.
أرسلوها للآباء والأمهات
Kamis, 08 Maret 2018
Hikmah dari Putaran Waktu
Berhikmah dari Putaran Waktu
Oleh: Rochma Yulika
Allah swt menciptakan siang dan malam untuk kita belajar bahwa kehidupan tak selalu terang benderang namun terkadang kita berjumpa dengan kegelapan.
Silih berganti dalam putaran waktu, yang menanda bahwa hidup senantiasa berputar terus hingga penghujung masa.
Begitu pula sunatullah kehidupan.
Allah pergilirkan suka dan duka, sedih dan bahagia, air mata dan tawa ceria.
Allah berfirman:
“ Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”.
[QS.Al-Fajr(89):15-16].
Terkadang kita lebih siap bila harus tertawa bahagia. Lapang hati kita, senang hidup kita.
Berbeda bila Allah beri air mata dan duka lara.
Jiwa merasa tercabik, derasnya air mata pun sulit dibendung.
Seolah merasa dirinya paling merana.
Dan bisa jadi kita akan menyalahkan Allah. Astaghfirullah.
Tak asa yang salah dari takdir.
Usah risau lantaran ketetapan Nya selalu yang terbaik.
Yakinlah janji Allah selalu benar adanya.
Tak akan mengingkari bila harapan tak terwujud.
Hanya butuh sabar untuk menanti waktu yang terbaik.
“ …Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. ”. [QS. Ali Imran(3) :140].
Oleh: Rochma Yulika
Allah swt menciptakan siang dan malam untuk kita belajar bahwa kehidupan tak selalu terang benderang namun terkadang kita berjumpa dengan kegelapan.
Silih berganti dalam putaran waktu, yang menanda bahwa hidup senantiasa berputar terus hingga penghujung masa.
Begitu pula sunatullah kehidupan.
Allah pergilirkan suka dan duka, sedih dan bahagia, air mata dan tawa ceria.
Allah berfirman:
“ Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”.
[QS.Al-Fajr(89):15-16].
Terkadang kita lebih siap bila harus tertawa bahagia. Lapang hati kita, senang hidup kita.
Berbeda bila Allah beri air mata dan duka lara.
Jiwa merasa tercabik, derasnya air mata pun sulit dibendung.
Seolah merasa dirinya paling merana.
Dan bisa jadi kita akan menyalahkan Allah. Astaghfirullah.
Tak asa yang salah dari takdir.
Usah risau lantaran ketetapan Nya selalu yang terbaik.
Yakinlah janji Allah selalu benar adanya.
Tak akan mengingkari bila harapan tak terwujud.
Hanya butuh sabar untuk menanti waktu yang terbaik.
“ …Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. ”. [QS. Ali Imran(3) :140].
Rabu, 07 Maret 2018
SITI KHADIJAH, ISTRI TERCINTA RASULULLAH
SITI KHADIJAH, ISTRI TERCINTA RASULULLAH
Siti Khadijah adalah istri pertama Rasulullah. Orang yang pertama kali beriman kepada ALLAH dan kenabian Rasulullah. Orang yang sangat berjasa bagi dakwah Rasulullah dan penyebaran agama Islam.
Siti Khadijah wafat pada hari ke-11 bulan Ramadlan tahun ke-10 kenabian, tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Khadijah wafat dalam usia 65 tahun, saat usia Rasulullah sekitar 50 tahun.
PERMINTAAN TERAKHIR
Diriwayatkan, ketika Khadijah sakit menjelang ajal, Khadijah berkata kepada Rasululllah SAW,
Aku memohon maaf kepadamu, Ya Rasulullah, kalau aku sebagai istrimu belum berbakti kepadamu.
Jauh dari itu ya Khadijah. Engkau telah mendukung dawah Islam sepenuhnya, jawab Rasulullah
Kemudian Khadijah memanggil Fatimah Azzahra dan berbisik,
Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba, yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa untuk menerima wahyu agar dijadikan kain kafanku.
Mendengar itu Rasulullah berkata,
Wahai Khadijah, ALLAH menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga.
Ummul mukminin, Siti Khadijah pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didekapnya istri Beliau itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Beliau dan semua orang yang ada disitu.
KAIN KAFAN DARI ALLAH
Saat itu Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan. Rasulullah menjawab salam Jibril dan kemudian bertanya,
Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?
Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan jawab Jibril. Jibril berhenti berkata dan kemudian menangis.
Rasulullah bertanya, Kenapa, ya Jibril?
Cucumu yang satu, Husain tidak memiliki kafan, dia akan dibantai dan tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan sahut Jibril.
Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah,
Wahai Khadijah istriku sayang, demi ALLAH, aku takkan pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. ALLAH maha mengetahui semua amalanmu.
"Semua hartamu kau hibahkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu.
"Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban?
Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup.
Seluruh kekayan Khadijah diserahkan kepada Rasulullah untuk perjuangan agama Islam. Dua per tiga kekayaan Kota Mekkah adalah milik Khadijah. Tetapi ketika Khadijah hendak menjelang wafat, tidak ada kain kafan yang bisa digunakan untuk menutupi jasad Khadijah.
Bahkan pakaian yang digunakan Khadijah ketika itu adalah pakaian yang sudah sangat kumuh dengan 83 tambalan diantaranya dengan kulit kayu.
Rasulullah kemudian berdoa kepada ALLAH.
Ya ALLAH, ya Ilahi Rabbi, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam. Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku. Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku. Menentramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah. Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?
Tiba-tiba Ali berkata, Aku, Ya Rasulullah!
PENGORBANAN SITI KHADIJAH SEMASA HIDUP
Dikisahkan, suatu hari ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, Beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu. Ketika Khadijah hendak berdiri, Rasulullah bersabda,
Wahai Khadijah tetaplah kamu ditempatmu.
Ketika itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi.
Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makananpun tak punya. Sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.
Kemudian Beliau mengambil Fatimah dari gendongan istrinya lalu diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah seusai pulang berdakwah dan menghadapi segala caci maki dan fitnah manusia itu lalu berbaring di pangkuan Khadijah.
Rasulullah tertidur. Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Rasulullah. Beliau pun terjaga.
Wahai Khadijah Mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad? tanya Rasulullah dengan lembut.
Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal wahai Khadijah bersuamikan aku, Muhammad?" lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.
Wahai suamiku. Wahai Nabi ALLAH. Bukan itu yang kutangiskan." jawab Khadijah.
"Dahulu aku memiliki kemuliaan. Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan. Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan. Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya.
"Wahai Rasulullah. Sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah. Sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu ini belum selesai, sekiranya engkau hendak menyebrangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyebarangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit pun atau pun jembatan.
"Maka galilah lubang kuburku, ambilah tulang belulangku. Jadikanlah sebagai jembatan untuk engkau menyebrangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu.
"Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah. Ingatkan mereka kepada yang hak. Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah.
Karena itu, peristiwa wafatnya Siti Khadijah sangat menusuk jiwa Rasulullah. Alangkah sedih dan pedihnya perasaan Rasulullah ketika itu karena dua orang yang dicintainya yaitu istrinya Siti Khadijah dan pamannya Abu Thalib telah wafat.
Tahun itu disebut sebagai Aamul Huzni (tahun kesedihan) dalam kehidupan Rasulullah.
Ilaa hadlratin Nabiyyil musthafa, wa ilaa Khadijah al Kubra, al Fatihah.
Tulisan Ustadz Zainul Hakim pada WA group Masjid Al Istiqomah.
Kitab Al Busyro, yang ditulis Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliky al Hasani.
Siti Khadijah adalah istri pertama Rasulullah. Orang yang pertama kali beriman kepada ALLAH dan kenabian Rasulullah. Orang yang sangat berjasa bagi dakwah Rasulullah dan penyebaran agama Islam.
Siti Khadijah wafat pada hari ke-11 bulan Ramadlan tahun ke-10 kenabian, tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Khadijah wafat dalam usia 65 tahun, saat usia Rasulullah sekitar 50 tahun.
PERMINTAAN TERAKHIR
Diriwayatkan, ketika Khadijah sakit menjelang ajal, Khadijah berkata kepada Rasululllah SAW,
Aku memohon maaf kepadamu, Ya Rasulullah, kalau aku sebagai istrimu belum berbakti kepadamu.
Jauh dari itu ya Khadijah. Engkau telah mendukung dawah Islam sepenuhnya, jawab Rasulullah
Kemudian Khadijah memanggil Fatimah Azzahra dan berbisik,
Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba, yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa untuk menerima wahyu agar dijadikan kain kafanku.
Mendengar itu Rasulullah berkata,
Wahai Khadijah, ALLAH menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga.
Ummul mukminin, Siti Khadijah pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didekapnya istri Beliau itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Beliau dan semua orang yang ada disitu.
KAIN KAFAN DARI ALLAH
Saat itu Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan. Rasulullah menjawab salam Jibril dan kemudian bertanya,
Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?
Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan jawab Jibril. Jibril berhenti berkata dan kemudian menangis.
Rasulullah bertanya, Kenapa, ya Jibril?
Cucumu yang satu, Husain tidak memiliki kafan, dia akan dibantai dan tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan sahut Jibril.
Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah,
Wahai Khadijah istriku sayang, demi ALLAH, aku takkan pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. ALLAH maha mengetahui semua amalanmu.
"Semua hartamu kau hibahkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu.
"Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban?
Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup.
Seluruh kekayan Khadijah diserahkan kepada Rasulullah untuk perjuangan agama Islam. Dua per tiga kekayaan Kota Mekkah adalah milik Khadijah. Tetapi ketika Khadijah hendak menjelang wafat, tidak ada kain kafan yang bisa digunakan untuk menutupi jasad Khadijah.
Bahkan pakaian yang digunakan Khadijah ketika itu adalah pakaian yang sudah sangat kumuh dengan 83 tambalan diantaranya dengan kulit kayu.
Rasulullah kemudian berdoa kepada ALLAH.
Ya ALLAH, ya Ilahi Rabbi, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam. Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku. Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku. Menentramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah. Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?
Tiba-tiba Ali berkata, Aku, Ya Rasulullah!
PENGORBANAN SITI KHADIJAH SEMASA HIDUP
Dikisahkan, suatu hari ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, Beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu. Ketika Khadijah hendak berdiri, Rasulullah bersabda,
Wahai Khadijah tetaplah kamu ditempatmu.
Ketika itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi.
Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makananpun tak punya. Sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.
Kemudian Beliau mengambil Fatimah dari gendongan istrinya lalu diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah seusai pulang berdakwah dan menghadapi segala caci maki dan fitnah manusia itu lalu berbaring di pangkuan Khadijah.
Rasulullah tertidur. Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Rasulullah. Beliau pun terjaga.
Wahai Khadijah Mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad? tanya Rasulullah dengan lembut.
Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal wahai Khadijah bersuamikan aku, Muhammad?" lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.
Wahai suamiku. Wahai Nabi ALLAH. Bukan itu yang kutangiskan." jawab Khadijah.
"Dahulu aku memiliki kemuliaan. Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan. Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan. Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya.
"Wahai Rasulullah. Sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah. Sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu ini belum selesai, sekiranya engkau hendak menyebrangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyebarangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit pun atau pun jembatan.
"Maka galilah lubang kuburku, ambilah tulang belulangku. Jadikanlah sebagai jembatan untuk engkau menyebrangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu.
"Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah. Ingatkan mereka kepada yang hak. Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah.
Karena itu, peristiwa wafatnya Siti Khadijah sangat menusuk jiwa Rasulullah. Alangkah sedih dan pedihnya perasaan Rasulullah ketika itu karena dua orang yang dicintainya yaitu istrinya Siti Khadijah dan pamannya Abu Thalib telah wafat.
Tahun itu disebut sebagai Aamul Huzni (tahun kesedihan) dalam kehidupan Rasulullah.
Ilaa hadlratin Nabiyyil musthafa, wa ilaa Khadijah al Kubra, al Fatihah.
Tulisan Ustadz Zainul Hakim pada WA group Masjid Al Istiqomah.
Kitab Al Busyro, yang ditulis Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliky al Hasani.
Selasa, 06 Maret 2018
Persiapkan Amal Menuju Keabadian
Persiapkan Amal Menuju Keabadian
Menjaga setiap urusan tanpa menelantarkan amanah utama merupakan kewajiban kita sebagai hamba Allah.
Amanah utama kita adalah untuk beribadah kepada Allah.
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-KU”, firman Allah dalam Q.S. Az-Zariat ayat 56.
Karenanya kita perlu mengkaji ulang, bahwa untuk dunia yang rata-rata hanya 1.5 jam dari 1 hari di akhirat, kita banyak sekali membuat persiapan.
Ada yang menyiapkan asuransi, tabungan hari tua, dana pensiun, deposito, investasi dan lain sebagainya.
Lalu, bagaimana dengan kehidupan setelah pintu kematian?
Satu perjalanan menuju kehidupan baru seperti yang Allah janjikan.
Saudaraku rahimakumullah,
oleh sebab itu jangan hanya sekedar menjadi Orang Cerdas sebagaimana pepatah: _sedia payung sebelum hujan,_ yakni orang-orang yang disibukkan dengan urusan dunia.
Namun mari kita menjadi Orang Bijak yang mempersiapkan Amal sebelum Keabadian.
Tetap semangat tilawah sebagai salah satu bekal kita menuju Allah!!!!
Wedhya Wardani
DTMA
OSM - 48/III/2018 - 06 Maret 2018
Menjaga setiap urusan tanpa menelantarkan amanah utama merupakan kewajiban kita sebagai hamba Allah.
Amanah utama kita adalah untuk beribadah kepada Allah.
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-KU”, firman Allah dalam Q.S. Az-Zariat ayat 56.
Karenanya kita perlu mengkaji ulang, bahwa untuk dunia yang rata-rata hanya 1.5 jam dari 1 hari di akhirat, kita banyak sekali membuat persiapan.
Ada yang menyiapkan asuransi, tabungan hari tua, dana pensiun, deposito, investasi dan lain sebagainya.
Lalu, bagaimana dengan kehidupan setelah pintu kematian?
Satu perjalanan menuju kehidupan baru seperti yang Allah janjikan.
Saudaraku rahimakumullah,
oleh sebab itu jangan hanya sekedar menjadi Orang Cerdas sebagaimana pepatah: _sedia payung sebelum hujan,_ yakni orang-orang yang disibukkan dengan urusan dunia.
Namun mari kita menjadi Orang Bijak yang mempersiapkan Amal sebelum Keabadian.
Tetap semangat tilawah sebagai salah satu bekal kita menuju Allah!!!!
Wedhya Wardani
DTMA
OSM - 48/III/2018 - 06 Maret 2018
Meneladani Siti Hajar Istri Nabi Ibrahim a.s
Jika ingin mencari teladan keluarga maka contohlah keluarga Ibrahim karena keluarga ini adalah keluarga terbaik di zamannya.
Termasuk belajar dari kisah perjuangan ibunda Hajar dan Ismail.
Hajar secara fisik terpisah jauh dari Ibrahim (yaitu antara Makkah dan palestina). Akan tetapi karena kecintaan dan ketakwaan diantara keduanya yang begitu besar maka secara ruh mereka bersatu dalam tawakkal kepada Allah.
Seperti dalam syair Arab berikut ini :
Ruhnya adalah ruhku, dan ruhku adalah ruhnya
Dan dia memiliki hati dan hatiku adalah hatinya
Dan kami memiliki ruh dan hati yang satu
Cukuplah dia bagiku, dan cukuplah aku baginya
Sunggu luar biasa cinta keduanya,biar pun fisik tidak bersatu tapi hati keduanya bersatu dalam RidhoNya.
Pada kajian kali ini akan ada 4 pembahasan :
1. Siapa Hajar
2. Hadirnya Hajar di tengah keluarga Ibrahim
3. Lahirnya Nabi Ismail
4. Hajar dan Ismail di Makkah
🌴SIAPA HAJAR🌴
▶Menurut sebagian ulama tafsir bahwa Hajar adalah putri Raja Mesir. Dia adalah saudari perempuan pangeran senusret, yang akan menjadi Raja pertama yang memerintah mesir.
Kemudia sampai suatu ketika Hexos menyerang mesir, senusret dibunuh dan Hajar ditawan sebagai budak. Raja yang baru ini suka sekali terhadap wanita. Akan tetapi dia selalu tidak berhasil medekati Hajar, karena tiap kali mendekati Hajar ada guncangan misterius yang terjadi (seperti halnya yang terjadi pada sarah, tiap kali sang raja ingin menyentuhnya tiba-tiba tangannya tidak bisa bergerak)
Karena memiliki kesamaan (sebagai ‘wanita yang dijaga’), makanya kemudia Raja Mesir tersebut memberikan Hajar kepada kepada Sarah sebagai hadiah.
▶ Pendapat yang kedua dari sebagai ahli tafsir yang lain adalah bahwa Hajar memang seorang budak dari awal bukan anak Raja. Ini juga cerita israiliyat yang banyak/sering kita dengar.
▶ Tetapi yang perlu digaris bawahi dan diingat bahwa apapun pendapat yang ada baik Hajar adalah putri mahkota atau budak, bahwa Hajar adalah wanita yang mulia dari manapun asalnya.
Sebagaimana sabda Rasulullah:”Sesungguhnya dilahirkan dari pernikahan bukan dari perzinahan.
Al Qurtubi menjelaskan bahwa maksud dari hadist diatas adalah bahwa nasab Rasulullah sampai ke Adam adalah nasab pernikahan, tidak ada satupun dari pihak Ayah atau Ibu yang melakukan perzinahan.
Sebagaimana yang terdapat di shahih muslim, Rasulullah bersabda : Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari keturunan Ismail, dan Allah memili Quraish dari keturunan Kinanah, dan dari Quraish Allah pilih Bani Hasyim, dan dari Bani Hasyim Allah memilih yang paling baik yaitu Rasulullah SAW.”
Dan dalam riwayat yang lain berbunyi: “keturunan Adam yang paling baik adalah Ibrahim dan kemudia jadilah Ia KekasihNya, dari dari keturunan Ibrahim Allah pilih Ismail, dari keturunan Ismail Allah memilih Mudhor, dan dari Mudhor Allah pilih kinanah, dan dari Qinanah Allah pilih Quraish, dan dari Quraish Allah pikih Bani Hasyim, dan dari Bani Hasyim Allah pilih Muhammad”.
▶ Maka tidak diragukan lagi bahwa Hajar adalah wanita istimewa yang disiapkan untuk lelaki mulia, dan melahirkan keturunan yang mulia.
🌴HADIRNYA HAJAR DI TENGAH-TENGAH KELUARGA IBRAHIM🌴
Diceritakan dalam sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dalam kitab Shahih Buhkari :
Ibrahim dan Sarah Hijrah ke negeri Mesir, mereka mampir ke sebuah kota yang di pimpin oleh Raja yang kuat, Raja mengeluarkan kebijakan bahwa tidak boleh menggangu wanita yang bersama saudara lelakinya dan wanita boleh diambil jika bersama suami atau ayahnya. Maka ketika mata-mata Raja tahu akan kedatangan Ibrahim dan Sarah, mereka melaporkan bahwa ada wanita yang sangat cantik datang dan tidak ada yang pantas jadi suaminya selain Raja. Maka Raja meminta mereka berdua agar dibawa kepadanya. Ketika Ibrahim dipanggil sang Raja dan ditanya apa hubungannya dengan Sarah maka Ibrahim menjawab bahwa Sarah adalah saudarinya. Kemudian Ibrahim kembali pulang ke rumahnya dan menyampaikan ke Sarah bahwa ia mengatakan kepada Raja ” bahwa kau adalah saudariku” dan Jangan memberi tahu kebohonganku kepadanya karena sesungguhnya di dalam kitab Allah, kamu adalah saudara perempuanku (dalam Islam),” kata Ibrahim.
Sarah kemudian mengadu kepada Allah SWT. Ia beribadah dan bersujud, kemudian mengadukan kesedihannya. Ia memohon perlindungan kepada Allah SWT. “Ya Allah, jikalah Engkau mengetahui bahwa aku beriman kepada-Mu dan Rasul-Mu, mengetahui bahwa aku menjaga kehormatanku untuk suamiku, maka janganlah kau jadikan raja kafir itu berkuasa atasku,” kata Sarah sembari menangis.
Sarah kemudian bertemu dengan Raja. Melihat kecantikannya, timbul nafsu dalam dirinya. Berkali-kali sang raja ingin menyentuh Sarah, namun tangannya terasa lumpuh, tak mampu bergerak. Tangannya terpaku di dada.
Ia kemudian berkata pada Sarah, “Aku berjanji tak akan mengganggumu. Mohonlah kepada Tuhanmu agar melepaskan tanganku. Sungguh, aku tidak akan menyakitimu.” Sarah kembali berdoa, “Ya Allah, jika benar yang ia katakan, lepaskanlah tangannya.”
Allah SWT mengabulkan doanya. Tangan sang raja pun terlepas dan ia sembuh dari kekakuan tubuhnya. Namun, ia mengingkari janjinya. Ia kembali mendekati Sarah setelah tangannya dapat kembali bergerak. Kejadian yang sama pun terulang hingga tiga kali.
Firaun akhirnya menyerah. Ia justru ketakutan dengan kemampuan Sarah membentengi diri. Ia menuduh Sarah adalah makhluk halus serupa setan yang melakukan tipu daya. Sang raja segera memanggil pengawalnya dan berkata, “Kau bukanlah membawa seorang wanita, melainkan membawa setan.”
Si pengawal diperintahkan membawa kembali Sarah ke rumahnya. Sebelum pulang, raja memberikan seorang budak kepada Sarah sebagai hadiah. Ia adalah Hajar.
🌴LAHIRNYA ISMAIL🌴
Kemudian pulanglah ketiganya ke palestina. Selama tinggal bersama dengan Ibrahim dan Sarah, Hajar mendapat banyak Ilmu Aqidah.
Sampai dimasa itu Sarah belum juga dikarunia putra, padahal usia mereka semakin menua (86 tahun), sedangkan Sarah(76 thun). Maka berkatalah Sarah kepada Ibrahim, seandainya engkau menikah dengan Hajar mungkin engkau akan memperoleh keturunan darinya. Maka tak lama setelah pernikahannya dengan Hajar maka lahirlah Nabi Ismail.
Ketika Ismail lahir maka kecemburuan Sarah semakin memuncak. Maka ia meminta kepada ibrahim agar menjauhkan Hajar darinya.
Kemudian Allah SWT menurunkan wahyu kepada Ibrahim supaya keinginan istri pertamanya tersebut dipenuhinya. Lalu berangkatlah Nabi Ibrahim bersama hajar dan Ismail ke tempat yang belum diketahui tujuannya. Pada akhirnya Ibrahim bersama Hajar dan Ismail tiba di suatu tempat kota suci yang disebut Makkah.
Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa: wanita yang pertama kali memakai ikat pinggang adalah Hajar (Hajar memakai ikat pinggang, dan membiarkan bagian belakang ikat pingganya menjuntai ke tanah dengan tujuan untuk menghapus jejaknya agar tidak diikuti Sarah)
Ketika sampai di Makkah Ibrahim memberi isyarat kepada Hajar agar menuju suatu tempat.
Dengan berbekal tempat makanan berisi kurma dan tempat minum berisi air, Ibrahim membelakangi Hajar dan kemudia melangkah meninggalkan keduanya. Hajar mengikutinya dan bertanya, “Hendak ke manakah, wahai Ibrahim? Engkau meninggalkan kami di lembah yang tiada teman atau apa pun?”
Hajar mengulang pertanyaannya beberapa kali. Saat dilihatnya Ibrahim hanya diam, segera ia tersadar. “Apakah Allah yang menyuruhmu berbuat demikian?” tanyanya dengan kecerdasan luar biasa.
“Benar“.Jawab Ibrahim
“Jika demikian maka Allah tidak akan menelantarkan kami,”Jawab Hajar, wanita dengan penuh ketakwaan. Kemudian Ia kembali ke tempat semula, sedangkan Ibrahim melanjutkan perjalanannya.
Nabi Ibrahim pergi bukan atas kemauannya sendiri, Ia pergi karena perintah dari Allah. Dengan berat hati Ia pergi melanjutkan perjalannanya sampai ke Tsaniah, tempat dimana Hajar dan ismail tidak bisa melihatnya. Ibrahim adalah Ayah yang begitu penyayang, Ayah yang begitu penyayang itu sangat sedih, namun ia yakin Allah menginginkan yang terbaik untuk hambaNya. Tanpa sepengetahuan Hajar, Ibrahim menghadapkan wajahnya ke Baitullah seraya mengangkat kedua tangannya dan berdoa, ” Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”
🌴HAJAR & ISMAIL🌴
Sementara itu, Hajar menyusui Ismail kecil dan minum dari tempat perbekalannya. Setelah air itu habis, ia kehausan. Demikian pula anaknya. Siti Hajar memperhatikan anaknya yang berguling-guling kehausan. Ia tak tega. Dengan penuh cinta, ia beranjak pergi mendaki Bukit Shafa. Ia berharap ada orang yang akan menolongnya atau menemukan lokasi air. Ketika tak menemukan apa yang dicarinya, ia menaiki Bukit Marwah. Terus-menerus seperti itu sebanyak tujuh kali, sampai datanglah pertolongan Allah. Tiba-tiba air keluar dari bawah kaki Ismail kecil yang menangis karena kehausan.
Hajar takjub dan berkata, “Zamzam, zamzam. Berkumpul-berkumpul.” Ia segera membuat kolam kecil agar air Zamzam tak kemana-mana.
Hajar minum lalu menyusui anaknya. Dengan limpahan karunia berupa air yang diberikan Allah kepadanya, banyak manusia singgah dan menetap di sana hingga ramailah tempat itu. Peristiwa mendaki Bukit Shafa dan Bukit Marwah diabadikan Allah sebagai salah satu rukun haji dan umrah. Tujuannya adalah agar kita yakin bahwa Allah tak akan menyia-nyiakan kita jika kita senantiasa patuh dan berusaha semaksimal mungkin dalam kehidupan ini, termasuk dalam berjuang untuk anak-anak kita.
Hajar mengerti Allah sangat menyayanginya. Ia yakin Allah akan selalu menolongnya.
🌴KAJIAN DOA IBRAHIM AS🌴
▶Ibrahim menoleh ke arah Ka’bah dan ia melihat Hajar dan Ismail. Tanpa diminta Hajar, Ibrahim berdoa untuk keduanya. (14:37).
رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ (٣٧)
"Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur."
Hikmah :
Kita tahu bahwa Ibrahim adalah manusia yang cerdas dalam berdoa, maka mari kita kaji dibalik doa Ibrahim AS pada surah 14:37 ini:
1. Nabi Ibrahim memakai kata “Rabbana“, (Ya Tuhan kami), padahal saat itu Nabi Ibrahim berdoa sendiri(dia tidak memakai kata Rabbi), Hal ini menunjukkan bahwa Ibrahim melibatkan Hajar dan Ismail dalam doanya.
2. Mengapa Nabi Ibrahim mengatakan dalam doanya “meletakkan di lembah tandus”, padahal tanpa diberitahu Allah sudah tahu dimana Hajar dan Ismail diletakkan. Tapi mengapa disampaikan lagi oleh Ibrahim?
(1) Dalam ilmu balagho, ini tujuannya bukan untuk memberi tahu, tapi untuk menunjukkan kelemahan,kedhoifan dan merendah kepada Allah.
(2) Allah suka terhadap hambanya yang merendah.(Qs.Al Qosos:24).
(3) Seni dalam berdoa jangan berhenti meminta kepada Allah meskipun Allah maha tahu dan sebutkan kelemahan kita
3. min dzurriyati (sebagian keturunan), ini kata yang dipakai Ibrahim.
Padahal putera saat itu hanya ismail
→ ini menunjukkan keyakinan penuh Ibrahim bahwa kelak Allah akan menganugerahkan putra yang lain. (13 tahun setelah peristiwa ini ishaq lahir)
4. “Dilembah yang tidak bertanaman”
→keyakinan kokoh Ibrahim kalau tidak ada tanaman maka tidak ada air, dimana kita tahu bahwa air adalah sumber kehidupan.
→ Ibrahim berkhusnudzon kepada Allah, Ibrahim menunjukkan TOTALITAS KEYAKINANNYA dalam berdoa kepada Allah.
5. “Di sisi rumahmu yang mulia”
→ ia yakin jika Hajar dan Ismail berada di rumah ALLAH, maka mereka tidak akan di sia-siakan.
6. ”liyuqimussholah“, Ibrahim tidak meminta fisik yang kuat atau lainnya akan tetapi sholat sebagai bentuk ketaatan seorang hamba.
7. ”Rezeki dari buah-buahan“, Ibrahim ingin agar kebutuhan fisik mereka terpenuhi karena dia tahu bahwa kelaparan itu dapat mendekatkan manusia pada kekufuran. Agar dengan demikian mereka menjadi hamba yang bersyukur.
WaAllahu a’lam..
Ambi Ummu Salman,
Depok,
Disarikan dari materi Dauroh Wanita dalam Al Qur’an yang disampaikan oleh Ust. Herfi Ghulam Faizi di masjid Al Huda, Depok.
Termasuk belajar dari kisah perjuangan ibunda Hajar dan Ismail.
Hajar secara fisik terpisah jauh dari Ibrahim (yaitu antara Makkah dan palestina). Akan tetapi karena kecintaan dan ketakwaan diantara keduanya yang begitu besar maka secara ruh mereka bersatu dalam tawakkal kepada Allah.
Seperti dalam syair Arab berikut ini :
Ruhnya adalah ruhku, dan ruhku adalah ruhnya
Dan dia memiliki hati dan hatiku adalah hatinya
Dan kami memiliki ruh dan hati yang satu
Cukuplah dia bagiku, dan cukuplah aku baginya
Sunggu luar biasa cinta keduanya,biar pun fisik tidak bersatu tapi hati keduanya bersatu dalam RidhoNya.
Pada kajian kali ini akan ada 4 pembahasan :
1. Siapa Hajar
2. Hadirnya Hajar di tengah keluarga Ibrahim
3. Lahirnya Nabi Ismail
4. Hajar dan Ismail di Makkah
🌴SIAPA HAJAR🌴
▶Menurut sebagian ulama tafsir bahwa Hajar adalah putri Raja Mesir. Dia adalah saudari perempuan pangeran senusret, yang akan menjadi Raja pertama yang memerintah mesir.
Kemudia sampai suatu ketika Hexos menyerang mesir, senusret dibunuh dan Hajar ditawan sebagai budak. Raja yang baru ini suka sekali terhadap wanita. Akan tetapi dia selalu tidak berhasil medekati Hajar, karena tiap kali mendekati Hajar ada guncangan misterius yang terjadi (seperti halnya yang terjadi pada sarah, tiap kali sang raja ingin menyentuhnya tiba-tiba tangannya tidak bisa bergerak)
Karena memiliki kesamaan (sebagai ‘wanita yang dijaga’), makanya kemudia Raja Mesir tersebut memberikan Hajar kepada kepada Sarah sebagai hadiah.
▶ Pendapat yang kedua dari sebagai ahli tafsir yang lain adalah bahwa Hajar memang seorang budak dari awal bukan anak Raja. Ini juga cerita israiliyat yang banyak/sering kita dengar.
▶ Tetapi yang perlu digaris bawahi dan diingat bahwa apapun pendapat yang ada baik Hajar adalah putri mahkota atau budak, bahwa Hajar adalah wanita yang mulia dari manapun asalnya.
Sebagaimana sabda Rasulullah:”Sesungguhnya dilahirkan dari pernikahan bukan dari perzinahan.
Al Qurtubi menjelaskan bahwa maksud dari hadist diatas adalah bahwa nasab Rasulullah sampai ke Adam adalah nasab pernikahan, tidak ada satupun dari pihak Ayah atau Ibu yang melakukan perzinahan.
Sebagaimana yang terdapat di shahih muslim, Rasulullah bersabda : Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari keturunan Ismail, dan Allah memili Quraish dari keturunan Kinanah, dan dari Quraish Allah pilih Bani Hasyim, dan dari Bani Hasyim Allah memilih yang paling baik yaitu Rasulullah SAW.”
Dan dalam riwayat yang lain berbunyi: “keturunan Adam yang paling baik adalah Ibrahim dan kemudia jadilah Ia KekasihNya, dari dari keturunan Ibrahim Allah pilih Ismail, dari keturunan Ismail Allah memilih Mudhor, dan dari Mudhor Allah pilih kinanah, dan dari Qinanah Allah pilih Quraish, dan dari Quraish Allah pikih Bani Hasyim, dan dari Bani Hasyim Allah pilih Muhammad”.
▶ Maka tidak diragukan lagi bahwa Hajar adalah wanita istimewa yang disiapkan untuk lelaki mulia, dan melahirkan keturunan yang mulia.
🌴HADIRNYA HAJAR DI TENGAH-TENGAH KELUARGA IBRAHIM🌴
Diceritakan dalam sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dalam kitab Shahih Buhkari :
Ibrahim dan Sarah Hijrah ke negeri Mesir, mereka mampir ke sebuah kota yang di pimpin oleh Raja yang kuat, Raja mengeluarkan kebijakan bahwa tidak boleh menggangu wanita yang bersama saudara lelakinya dan wanita boleh diambil jika bersama suami atau ayahnya. Maka ketika mata-mata Raja tahu akan kedatangan Ibrahim dan Sarah, mereka melaporkan bahwa ada wanita yang sangat cantik datang dan tidak ada yang pantas jadi suaminya selain Raja. Maka Raja meminta mereka berdua agar dibawa kepadanya. Ketika Ibrahim dipanggil sang Raja dan ditanya apa hubungannya dengan Sarah maka Ibrahim menjawab bahwa Sarah adalah saudarinya. Kemudian Ibrahim kembali pulang ke rumahnya dan menyampaikan ke Sarah bahwa ia mengatakan kepada Raja ” bahwa kau adalah saudariku” dan Jangan memberi tahu kebohonganku kepadanya karena sesungguhnya di dalam kitab Allah, kamu adalah saudara perempuanku (dalam Islam),” kata Ibrahim.
Sarah kemudian mengadu kepada Allah SWT. Ia beribadah dan bersujud, kemudian mengadukan kesedihannya. Ia memohon perlindungan kepada Allah SWT. “Ya Allah, jikalah Engkau mengetahui bahwa aku beriman kepada-Mu dan Rasul-Mu, mengetahui bahwa aku menjaga kehormatanku untuk suamiku, maka janganlah kau jadikan raja kafir itu berkuasa atasku,” kata Sarah sembari menangis.
Sarah kemudian bertemu dengan Raja. Melihat kecantikannya, timbul nafsu dalam dirinya. Berkali-kali sang raja ingin menyentuh Sarah, namun tangannya terasa lumpuh, tak mampu bergerak. Tangannya terpaku di dada.
Ia kemudian berkata pada Sarah, “Aku berjanji tak akan mengganggumu. Mohonlah kepada Tuhanmu agar melepaskan tanganku. Sungguh, aku tidak akan menyakitimu.” Sarah kembali berdoa, “Ya Allah, jika benar yang ia katakan, lepaskanlah tangannya.”
Allah SWT mengabulkan doanya. Tangan sang raja pun terlepas dan ia sembuh dari kekakuan tubuhnya. Namun, ia mengingkari janjinya. Ia kembali mendekati Sarah setelah tangannya dapat kembali bergerak. Kejadian yang sama pun terulang hingga tiga kali.
Firaun akhirnya menyerah. Ia justru ketakutan dengan kemampuan Sarah membentengi diri. Ia menuduh Sarah adalah makhluk halus serupa setan yang melakukan tipu daya. Sang raja segera memanggil pengawalnya dan berkata, “Kau bukanlah membawa seorang wanita, melainkan membawa setan.”
Si pengawal diperintahkan membawa kembali Sarah ke rumahnya. Sebelum pulang, raja memberikan seorang budak kepada Sarah sebagai hadiah. Ia adalah Hajar.
🌴LAHIRNYA ISMAIL🌴
Kemudian pulanglah ketiganya ke palestina. Selama tinggal bersama dengan Ibrahim dan Sarah, Hajar mendapat banyak Ilmu Aqidah.
Sampai dimasa itu Sarah belum juga dikarunia putra, padahal usia mereka semakin menua (86 tahun), sedangkan Sarah(76 thun). Maka berkatalah Sarah kepada Ibrahim, seandainya engkau menikah dengan Hajar mungkin engkau akan memperoleh keturunan darinya. Maka tak lama setelah pernikahannya dengan Hajar maka lahirlah Nabi Ismail.
Ketika Ismail lahir maka kecemburuan Sarah semakin memuncak. Maka ia meminta kepada ibrahim agar menjauhkan Hajar darinya.
Kemudian Allah SWT menurunkan wahyu kepada Ibrahim supaya keinginan istri pertamanya tersebut dipenuhinya. Lalu berangkatlah Nabi Ibrahim bersama hajar dan Ismail ke tempat yang belum diketahui tujuannya. Pada akhirnya Ibrahim bersama Hajar dan Ismail tiba di suatu tempat kota suci yang disebut Makkah.
Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa: wanita yang pertama kali memakai ikat pinggang adalah Hajar (Hajar memakai ikat pinggang, dan membiarkan bagian belakang ikat pingganya menjuntai ke tanah dengan tujuan untuk menghapus jejaknya agar tidak diikuti Sarah)
Ketika sampai di Makkah Ibrahim memberi isyarat kepada Hajar agar menuju suatu tempat.
Dengan berbekal tempat makanan berisi kurma dan tempat minum berisi air, Ibrahim membelakangi Hajar dan kemudia melangkah meninggalkan keduanya. Hajar mengikutinya dan bertanya, “Hendak ke manakah, wahai Ibrahim? Engkau meninggalkan kami di lembah yang tiada teman atau apa pun?”
Hajar mengulang pertanyaannya beberapa kali. Saat dilihatnya Ibrahim hanya diam, segera ia tersadar. “Apakah Allah yang menyuruhmu berbuat demikian?” tanyanya dengan kecerdasan luar biasa.
“Benar“.Jawab Ibrahim
“Jika demikian maka Allah tidak akan menelantarkan kami,”Jawab Hajar, wanita dengan penuh ketakwaan. Kemudian Ia kembali ke tempat semula, sedangkan Ibrahim melanjutkan perjalanannya.
Nabi Ibrahim pergi bukan atas kemauannya sendiri, Ia pergi karena perintah dari Allah. Dengan berat hati Ia pergi melanjutkan perjalannanya sampai ke Tsaniah, tempat dimana Hajar dan ismail tidak bisa melihatnya. Ibrahim adalah Ayah yang begitu penyayang, Ayah yang begitu penyayang itu sangat sedih, namun ia yakin Allah menginginkan yang terbaik untuk hambaNya. Tanpa sepengetahuan Hajar, Ibrahim menghadapkan wajahnya ke Baitullah seraya mengangkat kedua tangannya dan berdoa, ” Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”
🌴HAJAR & ISMAIL🌴
Sementara itu, Hajar menyusui Ismail kecil dan minum dari tempat perbekalannya. Setelah air itu habis, ia kehausan. Demikian pula anaknya. Siti Hajar memperhatikan anaknya yang berguling-guling kehausan. Ia tak tega. Dengan penuh cinta, ia beranjak pergi mendaki Bukit Shafa. Ia berharap ada orang yang akan menolongnya atau menemukan lokasi air. Ketika tak menemukan apa yang dicarinya, ia menaiki Bukit Marwah. Terus-menerus seperti itu sebanyak tujuh kali, sampai datanglah pertolongan Allah. Tiba-tiba air keluar dari bawah kaki Ismail kecil yang menangis karena kehausan.
Hajar takjub dan berkata, “Zamzam, zamzam. Berkumpul-berkumpul.” Ia segera membuat kolam kecil agar air Zamzam tak kemana-mana.
Hajar minum lalu menyusui anaknya. Dengan limpahan karunia berupa air yang diberikan Allah kepadanya, banyak manusia singgah dan menetap di sana hingga ramailah tempat itu. Peristiwa mendaki Bukit Shafa dan Bukit Marwah diabadikan Allah sebagai salah satu rukun haji dan umrah. Tujuannya adalah agar kita yakin bahwa Allah tak akan menyia-nyiakan kita jika kita senantiasa patuh dan berusaha semaksimal mungkin dalam kehidupan ini, termasuk dalam berjuang untuk anak-anak kita.
Hajar mengerti Allah sangat menyayanginya. Ia yakin Allah akan selalu menolongnya.
🌴KAJIAN DOA IBRAHIM AS🌴
▶Ibrahim menoleh ke arah Ka’bah dan ia melihat Hajar dan Ismail. Tanpa diminta Hajar, Ibrahim berdoa untuk keduanya. (14:37).
رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ (٣٧)
"Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur."
Hikmah :
Kita tahu bahwa Ibrahim adalah manusia yang cerdas dalam berdoa, maka mari kita kaji dibalik doa Ibrahim AS pada surah 14:37 ini:
1. Nabi Ibrahim memakai kata “Rabbana“, (Ya Tuhan kami), padahal saat itu Nabi Ibrahim berdoa sendiri(dia tidak memakai kata Rabbi), Hal ini menunjukkan bahwa Ibrahim melibatkan Hajar dan Ismail dalam doanya.
2. Mengapa Nabi Ibrahim mengatakan dalam doanya “meletakkan di lembah tandus”, padahal tanpa diberitahu Allah sudah tahu dimana Hajar dan Ismail diletakkan. Tapi mengapa disampaikan lagi oleh Ibrahim?
(1) Dalam ilmu balagho, ini tujuannya bukan untuk memberi tahu, tapi untuk menunjukkan kelemahan,kedhoifan dan merendah kepada Allah.
(2) Allah suka terhadap hambanya yang merendah.(Qs.Al Qosos:24).
(3) Seni dalam berdoa jangan berhenti meminta kepada Allah meskipun Allah maha tahu dan sebutkan kelemahan kita
3. min dzurriyati (sebagian keturunan), ini kata yang dipakai Ibrahim.
Padahal putera saat itu hanya ismail
→ ini menunjukkan keyakinan penuh Ibrahim bahwa kelak Allah akan menganugerahkan putra yang lain. (13 tahun setelah peristiwa ini ishaq lahir)
4. “Dilembah yang tidak bertanaman”
→keyakinan kokoh Ibrahim kalau tidak ada tanaman maka tidak ada air, dimana kita tahu bahwa air adalah sumber kehidupan.
→ Ibrahim berkhusnudzon kepada Allah, Ibrahim menunjukkan TOTALITAS KEYAKINANNYA dalam berdoa kepada Allah.
5. “Di sisi rumahmu yang mulia”
→ ia yakin jika Hajar dan Ismail berada di rumah ALLAH, maka mereka tidak akan di sia-siakan.
6. ”liyuqimussholah“, Ibrahim tidak meminta fisik yang kuat atau lainnya akan tetapi sholat sebagai bentuk ketaatan seorang hamba.
7. ”Rezeki dari buah-buahan“, Ibrahim ingin agar kebutuhan fisik mereka terpenuhi karena dia tahu bahwa kelaparan itu dapat mendekatkan manusia pada kekufuran. Agar dengan demikian mereka menjadi hamba yang bersyukur.
WaAllahu a’lam..
Ambi Ummu Salman,
Depok,
Disarikan dari materi Dauroh Wanita dalam Al Qur’an yang disampaikan oleh Ust. Herfi Ghulam Faizi di masjid Al Huda, Depok.
Label:
Dauroh Wanita,
Keluarga,
Tausyah
Senin, 05 Maret 2018
Amalan yang Tidak akan Terputus
🕋🕌 Hadist Hari Ini 🕌🕋
إن مما يلحق المؤمن من عمله إن مما يلحق المؤمن من عمله وحسناته بعد موته: علما نشره، وولدا صالحا تركه، ومصحفا ورثه، أو مسجدا بناه، أو بيتا لابن السبيل بناه، أو نهرا أجراه، أو صدقة أخرجها من ماله في صحته وحياته، يلحقه من بعد موته
"Indeed, including that which a believer derives from his deeds and his good after his death is the knowledge he disseminates, the righteous son he left behind or the manuscripts he inherited, or the mosque he built, or the shelter he built for the people who is on the way or the river he flows (for irrigation) or the alms he wages out of his possessions in his healthy time and when he is alive, (all these rewards) will overtake him after his death."
: “Sesungguhnya termasuk yang diperoleh seorang mukmin dari amalannya dan kebaikannya sesudah kematiannya adalah ilmu yang ia sebarluaskan, anak shalih yang ia tinggalkan, atau mushaf (Al Qur’an) yang ia wariskan, atau masjid yang ia bangun, atau rumah singgah yang ia bangun untuk orang yang dalam perjalanan, atau sungai yang ia alirkan (untuk irigasi), atau sedekah yang ia keluarkan dari hartanya pada waktu sehatnya dan ketika ia masih hidup, (semua ini pahalanya) akan menyusulnya sesudah kematiannya.”
(Shahih Sunan Ibnu Majah, I/46)
💟🕋🕌🕋🕌🕋🕌🕋🕌🕋💟
إن مما يلحق المؤمن من عمله إن مما يلحق المؤمن من عمله وحسناته بعد موته: علما نشره، وولدا صالحا تركه، ومصحفا ورثه، أو مسجدا بناه، أو بيتا لابن السبيل بناه، أو نهرا أجراه، أو صدقة أخرجها من ماله في صحته وحياته، يلحقه من بعد موته
"Indeed, including that which a believer derives from his deeds and his good after his death is the knowledge he disseminates, the righteous son he left behind or the manuscripts he inherited, or the mosque he built, or the shelter he built for the people who is on the way or the river he flows (for irrigation) or the alms he wages out of his possessions in his healthy time and when he is alive, (all these rewards) will overtake him after his death."
: “Sesungguhnya termasuk yang diperoleh seorang mukmin dari amalannya dan kebaikannya sesudah kematiannya adalah ilmu yang ia sebarluaskan, anak shalih yang ia tinggalkan, atau mushaf (Al Qur’an) yang ia wariskan, atau masjid yang ia bangun, atau rumah singgah yang ia bangun untuk orang yang dalam perjalanan, atau sungai yang ia alirkan (untuk irigasi), atau sedekah yang ia keluarkan dari hartanya pada waktu sehatnya dan ketika ia masih hidup, (semua ini pahalanya) akan menyusulnya sesudah kematiannya.”
(Shahih Sunan Ibnu Majah, I/46)
💟🕋🕌🕋🕌🕋🕌🕋🕌🕋💟
Minggu, 04 Maret 2018
Penjelasan Hadits ke-25 pada Kajian Kitab Hadits Arba'in, Imam An Nawawi
Kajian Kitab Hadits Arba'in, Imam An Nawawi
Edisi : Ahad, 04 Maret 2018
Hadits 25
____________
Dari Abu Dzar RA :
Sesungguhnya sejumlah orang dari shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“ Wahai Rasululullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka (sedang kami tidak dapat melakukannya)."
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : "Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bersedekah?
Sesungguhnya setiap tashbih merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, amar ma’ruf nahi munkar merupakan sedekah dan setiap kemaluan kalian merupakan sedekah."
Mereka bertanya :
"Ya Rasulullah masakah dikatakan berpahala seseorang diantara kami yang menyalurkan syahwatnya?"
Beliau bersabda :
"Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan di jalan yang haram, bukankah baginya dosa? Demikianlah halnya jika hal tersebut diletakkan pada jalan yang halal, maka baginya mendapatkan pahala."
(Riwayat Muslim)
Pelajaran yang terdapat dalam hadits :
1. Sikap bijak dalam menanggapi berbagai kondisi serta mendatangkan kabar gembira bagi jiwa serta menenangkan perasaan.
2. Para shahabat berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan.
3. Luasnya keutamaan Allah Ta’ala serta banyaknya pintu-pintu kebaikan yang dibuka bagi hamba-Nya.
4. Semua bentuk dzikir sesungguhnya merupakan shadaqah yang dikeluarkan seseorang untuk dirinya.
5. Kebiasaan-kebiasaan mubah dan penyaluran syahwat yang disyariatkan dapat menjadi ketaatan dan ibadah jika diiringi dengan niat shalih.
6. Anjuran untuk meminta sesuatu yang dapat bermanfaat bagi seorang muslim dan yang dapat meningkatkan dirinya ke derajat yang lebih sempurna.
7. Di dalam hadits ini terdapat keutamaan orang kaya yang bersyukur dan orang fakir yang
bersabar.
•┈┈•••○🔅📚🔅○•••┈┈•
Edisi : Ahad, 04 Maret 2018
Hadits 25
____________
Dari Abu Dzar RA :
Sesungguhnya sejumlah orang dari shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“ Wahai Rasululullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka (sedang kami tidak dapat melakukannya)."
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : "Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bersedekah?
Sesungguhnya setiap tashbih merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, amar ma’ruf nahi munkar merupakan sedekah dan setiap kemaluan kalian merupakan sedekah."
Mereka bertanya :
"Ya Rasulullah masakah dikatakan berpahala seseorang diantara kami yang menyalurkan syahwatnya?"
Beliau bersabda :
"Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan di jalan yang haram, bukankah baginya dosa? Demikianlah halnya jika hal tersebut diletakkan pada jalan yang halal, maka baginya mendapatkan pahala."
(Riwayat Muslim)
Pelajaran yang terdapat dalam hadits :
1. Sikap bijak dalam menanggapi berbagai kondisi serta mendatangkan kabar gembira bagi jiwa serta menenangkan perasaan.
2. Para shahabat berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan.
3. Luasnya keutamaan Allah Ta’ala serta banyaknya pintu-pintu kebaikan yang dibuka bagi hamba-Nya.
4. Semua bentuk dzikir sesungguhnya merupakan shadaqah yang dikeluarkan seseorang untuk dirinya.
5. Kebiasaan-kebiasaan mubah dan penyaluran syahwat yang disyariatkan dapat menjadi ketaatan dan ibadah jika diiringi dengan niat shalih.
6. Anjuran untuk meminta sesuatu yang dapat bermanfaat bagi seorang muslim dan yang dapat meningkatkan dirinya ke derajat yang lebih sempurna.
7. Di dalam hadits ini terdapat keutamaan orang kaya yang bersyukur dan orang fakir yang
bersabar.
•┈┈•••○🔅📚🔅○•••┈┈•
Ciri-ciri Orang yang Bangkrut
🍒🍃 Motivasi Pagi🍃🍒
Bismillaah....
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam berkata,
"Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut?", para sahabat menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.” Nabi SAW lalu berkata, "Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu lalu dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka.”
✍🏼 *_(HR. Muslim_*)
🍒🍃🍒🍃🍒🍃🍒🍃🍒
Bismillaah....
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam berkata,
"Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut?", para sahabat menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.” Nabi SAW lalu berkata, "Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu lalu dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka.”
✍🏼 *_(HR. Muslim_*)
🍒🍃🍒🍃🍒🍃🍒🍃🍒
Sabtu, 03 Maret 2018
Keutamaan Bersedekah
Keutamaan Bersedekah
🕋 Dari Abu Hurairah radliallahu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ وَلَا يَقْبَلُ اللَّهُ إِلَّا الطَّيِّبَ وَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ ثُمَّ يُرَبِّيهَا لِصَاحِبِهِ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الْجَبَلِ
🍃"Barangsiapa yang bersedekah dengan sebutir kurma hasil dari usahanya sendiri yang baik ( halal) sedangkan Allah tidak menerima kecuali yang baik saja, maka sungguh Allah akan menerimanya dengan tangan kananya lalu mengasuhnya untuk pemiliknya sebagaimana jika seorang dari kalian mengasuh anak kudanya hingga membesar seperti gunung."
(HR. Bukhori)
🍁Masya Allah, lihatlah sahabat bagaimana keutamaan sedekah. Hanya dengan sebutir kurma maka disisi Allah nilainya bisa menjadi besar sebesar gunung.
🌾Allah akan membina dan mengembangkan apapun yang kita sedekahkan hingga pahala yang kita dapatkan akan terus berlipat ganda.
🎗 Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa bersedekah dengan sedekah terbaik . Terimalah, ya Allah, segenap infaq dan sedekah kami di jalanMu dan jadikanlah ia penghalang kami dari nerakaMu.
Aamiin
🕋 Dari Abu Hurairah radliallahu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ وَلَا يَقْبَلُ اللَّهُ إِلَّا الطَّيِّبَ وَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ ثُمَّ يُرَبِّيهَا لِصَاحِبِهِ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الْجَبَلِ
🍃"Barangsiapa yang bersedekah dengan sebutir kurma hasil dari usahanya sendiri yang baik ( halal) sedangkan Allah tidak menerima kecuali yang baik saja, maka sungguh Allah akan menerimanya dengan tangan kananya lalu mengasuhnya untuk pemiliknya sebagaimana jika seorang dari kalian mengasuh anak kudanya hingga membesar seperti gunung."
(HR. Bukhori)
🍁Masya Allah, lihatlah sahabat bagaimana keutamaan sedekah. Hanya dengan sebutir kurma maka disisi Allah nilainya bisa menjadi besar sebesar gunung.
🌾Allah akan membina dan mengembangkan apapun yang kita sedekahkan hingga pahala yang kita dapatkan akan terus berlipat ganda.
🎗 Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa bersedekah dengan sedekah terbaik . Terimalah, ya Allah, segenap infaq dan sedekah kami di jalanMu dan jadikanlah ia penghalang kami dari nerakaMu.
Aamiin
Jumat, 02 Maret 2018
Peringatan Rasulullah tentang Pentingnya Memanfaatkan Waktu
Peringatan Rasulullah tentang Waktu
Pentingnya memanfaatkan waktu, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, dia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”. [HR Bukhari, no. 5933].
Hadits yang mulia ini memberitakan bahwa waktu luang adalah nikmat yang besar dari Allâh Ta’ala, tetapi banyak manusia tertipu dan mendapatkan kerugian terhadap nikmat ini.
Di antara bentuk kerugian ini adalah:
1. Seseorang tidak mengisi waktu luangnya dengan bentuk yang paling sempurna.
Seperti menyibukkan waktu luangnya dengan amalan yang kurang utama, padahal ia bisa mengisinya dengan amalan yang lebih utama.
2. Tidak mengisi waktu luangnya dengan amalan-amalan yang utama, yang memiliki manfaat bagi agama atau dunianya. Namun kesibukkannya adalah dengan perkara-perkara mubah yang tidak berpahala.
3. Mengisinya dengan perkara yang haram, ini adalah orang yang paling tertipu dan rugi.
Karena ia menyia-nyiakan kesempatan memanfaatkan waktu dengan perkara yang bermanfaat. Tidak hanya itu, bahkan ia menyibukkan waktunya dengan perkara yang akan menggiringnya kepada hukuman Allâh di dunia dan di akhirat.
Urgensi waktu dan kewajiban menjaganya merupakan perkara yang disepakati oleh orang-orang yang berakal.
1. Waktu Adalah Modal Manusia.
Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
اِبْنَ آدَمَ إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ كُلَّمَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ
Wahai Ibnu Adam (manusia), kamu itu hanyalah (kumpulan) hari-hari, tiap-tiap satu hari berlalu, hilang sebagian dirimu.
Diriwayatkan bahwa ‘Umar bin Abdul-‘Aziz rahimahullah berkata:
إِنَّ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ يَعْمَلَانِ فِيْكَ فَاعْمَلْ فِيْهِمَا
Sesungguhnya malam dan siang bekerja terhadapmu, maka beramalah pada malam dan siang itu.
2. Waktu Sangat Cepat Berlalu.
Seseorang berkata kepada ‘Âmir bin Abdul-Qais rahimahullah, salah seorang tabi’i: “Berbicaralah kepadaku!” Dia menjawab: “Tahanlah jalannya matahari!”
Imam Ahmad rahimahullah berkata: “Aku tidak menyerupakan masa muda kecuali dengan sesuatu yang menempel di lengan bajuku, lalu jatuh”.
Abul-Walid al-Bâji rahimahullah berkata: “Jika aku telah mengetahui dengan sangat yakin, bahwa seluruh hidupku di dunia ini seperti satu jam di akhirat, maka mengapa aku tidak bakhil dengan waktu hidupku (untuk melakukan perkara yang sia-sia, Pen.), dan hanya kujadikan hidupku di dalam kebaikan dan ketaatan”.
3. Waktu Yang Berlalu Tidak Pernah Kembali.
Abu Bakar ash-Shiddîq Radhiyallahu anhu berkata:
إِنَّ لِلَّهِ حَقًّا بِالنَّهَارِ لَا يَقْبَلُهُ بِاللَّيْلِ، وَلِلَّهِ حَقٌّ بِاللَّيْلِ لَا يَقْبَلُهُ بِالنَّهَارِ
Sesungguhnya Allâh memiliki hak pada waktu siang, Dia tidak akan menerimanya di waktu malam. Dan Allâh juga memiliki hak pada waktu malam, Dia tidak akan menerimanya di waktu siang. [Riwayat Ibnu Abi Syaibah, no. 37056].
Dengan demikian seharusnya seseorang bersegera melaksanakan tugasnya pada waktunya, dan tidak menumpuk tugas dan mengundurkannya sehingga akan memberatkan dirinya sendiri. Oleh karena itu waktu lebih mahal dari pada uang. Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
أَدْرَكْتُ أَقْوَامًا كَانَ أَحَدُهُمْ أَشَحَّ عَلَى عُمْرِهِ مِنْهُ عَلَى دَرَاهِمِهِ وَدَنَانِيْرِهِ
*Aku telah menemui orang-orang yang sangat bakhil terhadap umurnya daripada terhadap dirham dan dinarnya.*
Sebagian penyair berkata:
وَالْوَقْتُ أَنْفَسُ مَا عَنَيْتَ بِحِفْظِهِ … وَأَرَاهُ أَسْهَلَ مَا عَلَيْكَ يُضَيَّعُ
*Waktu adalah perkara paling mahal yang perlu engkau perhatikan untuk dijaga, tetapi aku melihatnya paling mudah engkau menyia-nyiakannya.*
4. Manusia tidak mengetahui kapan berakhirnya waktu yang diberikan untuknya.
Oleh karena itu Allâh Ta’ala banyak memerintahkan untuk bersegera dan berlomba dalam ketaatan. Demikian juga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar bersegera melaksanakan amal-amal shalih. Para ulama telah memperingatkan agar seseorang tidak menunda-nunda amalan. Al-Hasan berkata:
اِبْنَ آدَمَ إِيَّاكَ وَالتَّسْوِيْفَ فَإِنَّكَ بِيَوْمِكَ وَلَسْتَ بِغَدٍّ فَإِنْ يَكُنْ غَدٌّ لَكَ فَكُنْ فِي غَدٍّ كَمَا كُنْتَ فِيْ الْيَوْمَ وَإِلَّا يَكُنْ لَكَ لَمْ تَنْدَمْ عَلَى مَا فَرَّطْتَ فِيْ الْيَوْمِ
Wahai anak Adam, janganlah engkau menunda-nunda (amalan-amalan), karena engkau memiliki kesempatan pada hari ini, adapun besok pagi belum tentu engkau memilikinya. Jika engkau bertemu besok hari, maka lakukanlah pada esok hari itu sebagaimana engkau lakukan pada hari ini. Jika engkau tidak bertemu esok hari, engkau tidak akan menyesali sikapmu yang menyia-nyiakan hari ini.
Wallahu a'lam
5 Perkara Gaib pada Hadits No.4328
🕋🕌 *Hadist Hari Ini* 🕌🕋
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ خَمْسٌ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا اللَّهُ لَا يَعْلَمُ مَا فِي غَدٍ إِلَّا اللَّهُ وَلَا يَعْلَمُ مَا تَغِيضُ الْأَرْحَامُ إِلَّا اللَّهُ وَلَا يَعْلَمُ مَتَى يَأْتِي الْمَطَرُ أَحَدٌ إِلَّا اللَّهُ وَلَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ وَلَا يَعْلَمُ مَتَى تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا اللَّهُ
"From Ibn 'Umar RA that Rasulullah SAW said:' The key to the unseen thing is five, no one knows it except Allah, namely: No one knows what will happen tomorrow except Allah. No one knows what a woman's womb contains except Allah. No one knows when the rain comes down except Allah. No one knows where he will die except Allah. And no one knows the Hour except Allah. "
: "Dari Ibnu 'Umar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: 'Kunci perkara ghaib itu ada lima, tidak ada seorang pun yang mengetahuinya kecuali Allah, yaitu: Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang akan berlaku pada hari esok kecuali Allah. Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang dikandung oleh Rahim wanita kecuali Allah. Tidak ada seorang pun yang mengetahui bila turunnya hujan kecuali Allah. Tidak ada seorangpun yang mengetahui dimana dia akan meninggal dunia kecuali Allah. Dan tidak ada seorang pun yang mengetahui bila terjadi hari kiamat kecuali Allah."
(HR Bukhari No: 4328)
💟🕋🕌🕋🕌🕋🕌🕋🕌🕋💟
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ خَمْسٌ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا اللَّهُ لَا يَعْلَمُ مَا فِي غَدٍ إِلَّا اللَّهُ وَلَا يَعْلَمُ مَا تَغِيضُ الْأَرْحَامُ إِلَّا اللَّهُ وَلَا يَعْلَمُ مَتَى يَأْتِي الْمَطَرُ أَحَدٌ إِلَّا اللَّهُ وَلَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ وَلَا يَعْلَمُ مَتَى تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا اللَّهُ
"From Ibn 'Umar RA that Rasulullah SAW said:' The key to the unseen thing is five, no one knows it except Allah, namely: No one knows what will happen tomorrow except Allah. No one knows what a woman's womb contains except Allah. No one knows when the rain comes down except Allah. No one knows where he will die except Allah. And no one knows the Hour except Allah. "
: "Dari Ibnu 'Umar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: 'Kunci perkara ghaib itu ada lima, tidak ada seorang pun yang mengetahuinya kecuali Allah, yaitu: Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang akan berlaku pada hari esok kecuali Allah. Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang dikandung oleh Rahim wanita kecuali Allah. Tidak ada seorang pun yang mengetahui bila turunnya hujan kecuali Allah. Tidak ada seorangpun yang mengetahui dimana dia akan meninggal dunia kecuali Allah. Dan tidak ada seorang pun yang mengetahui bila terjadi hari kiamat kecuali Allah."
(HR Bukhari No: 4328)
💟🕋🕌🕋🕌🕋🕌🕋🕌🕋💟
Kamis, 01 Maret 2018
Kutbah Jumat Mukhoyyam Alquran bersama Ust. Abdul Aziz Abdur Rouf, Lc.Alhafizh.
Berikut ini adalah Kutbah Jumat Mukhoyyam Alquran oleh Ust. Abdul Aziz Abdur Rouf, Lc.Alhafizh.
Tidaklah kita merasa enggan berinteraksi dg alquran, kecuali karena rasa syukur kita yg sangat kurang terhadap diturunkannya Alquran. Padahal dalam awal surat AlKahfi Allah sendiri mensyukuri turunnya Alquran.
Sesungguhnya siapa yg membaca Alkahfi maka Allah akan berikan dan jaga dia dengan cahaya hidayah dari jumat ini ke jumat depan.
Mari dr sekaranglah kita merasa takut yg sedalam2nya pada hari akhir pada saat catatan amal kita diserahkan. Karena siapa yg merasa takut sekarang, tdk akan takut lagi kelak. Imam Hasan al Bashri rohimahulloh mngatakan tdk pernah dikumpulkan 2 rasa takut pada waktu bersamaan. Siapa yg takut pd Allah saat di dunia, dia tdk akan ketakutan lagi di akhirat kelak.
Mari evaluasi ketakwaan kita terhadap Allah dengan mengukur tingkat kedekatan interaksi kita dgn AlQuran. Sejauh mana kita sudah mentilawahi, mentadabburi, mengamalkan dan menjadikannya sbg panduan hidup kita.
Aksi2 amal yg Allah sebut investasi yg kekal albaqiyatu shalihat.
Kita harus syukuri keberadaan AlQuran dlm diri kita dengan cara mngakses sebanyak2nya nilai2 AlQuran utk diinternalisasikan ke dlm diri kita.
Quran tdk akan mnbangun diri dan masyarakat bila yg kita selalu diributkan hal2 yg remeh yg tdk penting yaitu hal2 yg tdk memberi manfaat atau mudharat bagi keimanan dan amal shalih. Diantaranya Allah sebut dlm Surat Alkahfi perihal kisah ashabul kahfi, dimana org2 yg tdk beriman sibuk dg jumlah pemuda ashabul kahfi, pdhal justru perjuangan merekalah yg perlu kita ambil pelajaran.
Bukankah ibroh/pelajaran kehidupan mereka yg Allah sebut sebagai hal yg mengagumkan lebih penting utk diperhatikan?
Bagaimana tawakkal mereka utk menerima kehidupan yg terselamatkan dr musibah din ketika mrk berdoa : Robbana aatina minladunka rohmah wa hayyi'lana min amrina rosyada...
Ketika mrk berusaha istiqomah dn melakukan uzlah ke dlm gua utk mempertahankan aqidahnya.
Ini tentu juga akan mnginspirasi kita agar sering sering berdoa robbana laa tuzigh qulubana ba'da izhadaitana wa hablanaa minladunka rohmah innaka antal wahab...
Tdk mungkin seseorang bisa tsabat tanpa rahmat Allah.
Surat Al kahfi memberi janji yg luar biasa agar kita mdpt rahmat. Betapapun fasilitas keduniaan tdk berpihak pd dirinya, tp mereka terselamatkan secara aqidah krn rahmat Allah. Dan itulah kemenangan yang besar disisi Allah.
Pemuda ashabul kahfi tinggal dg tentram dlm gua, walaupun minim scr fasilitas, tapi aqidah mrk terjaga. Bahkan tubuhnyapun Allah setting dalam metabolisme yg sesuai dgn kondisi hidup dlm gua selama 300 thn dlm kondisi tidur.
Anjing yg mengikuti mereka menjaga para pemuda yg mempertahankan aqidahnya tersebut. Maka anjing yg biasanya kita nilai sbg binatang najis, pada saat itu ikut termuliakan krn dia bersama org2 yg shalih.
Kalau anjing saja termuliakan dgn Allah sebut dlm Alquran, maka bagaimana dgn kita, kenapa kita enggan berkumpul dgn org2 shalih yg selalu berusaha taat kepada Allah dlm ketundukan hati dan selalu beramal shalih di jalan Allah?
Berbagai bentuk ujian yg Allah sebutkan dalam surat AlKahfi.
Ujian ashabul kahfi adalah ujian aqidah.
Sementara ujian lain adalah ujian ilmu yg dialami Nabi Musa saat bersama Nabi Khidir
Juga ujian kekuasaan, itulah yg dialami Dzulqarnain yg memiliki kekuasaan yg dimanfaatkan utk kesejahteraan rakyatnya.
Semua itu menjadi pelajaran bagi, wahai orang2 yg ingin disebut beriman disisi Allah.
###
Mohon maaf bila ada kekurangan/kesalahan. 🙏🏼
Tidaklah kita merasa enggan berinteraksi dg alquran, kecuali karena rasa syukur kita yg sangat kurang terhadap diturunkannya Alquran. Padahal dalam awal surat AlKahfi Allah sendiri mensyukuri turunnya Alquran.
Sesungguhnya siapa yg membaca Alkahfi maka Allah akan berikan dan jaga dia dengan cahaya hidayah dari jumat ini ke jumat depan.
Mari dr sekaranglah kita merasa takut yg sedalam2nya pada hari akhir pada saat catatan amal kita diserahkan. Karena siapa yg merasa takut sekarang, tdk akan takut lagi kelak. Imam Hasan al Bashri rohimahulloh mngatakan tdk pernah dikumpulkan 2 rasa takut pada waktu bersamaan. Siapa yg takut pd Allah saat di dunia, dia tdk akan ketakutan lagi di akhirat kelak.
Mari evaluasi ketakwaan kita terhadap Allah dengan mengukur tingkat kedekatan interaksi kita dgn AlQuran. Sejauh mana kita sudah mentilawahi, mentadabburi, mengamalkan dan menjadikannya sbg panduan hidup kita.
Aksi2 amal yg Allah sebut investasi yg kekal albaqiyatu shalihat.
Kita harus syukuri keberadaan AlQuran dlm diri kita dengan cara mngakses sebanyak2nya nilai2 AlQuran utk diinternalisasikan ke dlm diri kita.
Quran tdk akan mnbangun diri dan masyarakat bila yg kita selalu diributkan hal2 yg remeh yg tdk penting yaitu hal2 yg tdk memberi manfaat atau mudharat bagi keimanan dan amal shalih. Diantaranya Allah sebut dlm Surat Alkahfi perihal kisah ashabul kahfi, dimana org2 yg tdk beriman sibuk dg jumlah pemuda ashabul kahfi, pdhal justru perjuangan merekalah yg perlu kita ambil pelajaran.
Bukankah ibroh/pelajaran kehidupan mereka yg Allah sebut sebagai hal yg mengagumkan lebih penting utk diperhatikan?
Bagaimana tawakkal mereka utk menerima kehidupan yg terselamatkan dr musibah din ketika mrk berdoa : Robbana aatina minladunka rohmah wa hayyi'lana min amrina rosyada...
Ketika mrk berusaha istiqomah dn melakukan uzlah ke dlm gua utk mempertahankan aqidahnya.
Ini tentu juga akan mnginspirasi kita agar sering sering berdoa robbana laa tuzigh qulubana ba'da izhadaitana wa hablanaa minladunka rohmah innaka antal wahab...
Tdk mungkin seseorang bisa tsabat tanpa rahmat Allah.
Surat Al kahfi memberi janji yg luar biasa agar kita mdpt rahmat. Betapapun fasilitas keduniaan tdk berpihak pd dirinya, tp mereka terselamatkan secara aqidah krn rahmat Allah. Dan itulah kemenangan yang besar disisi Allah.
Pemuda ashabul kahfi tinggal dg tentram dlm gua, walaupun minim scr fasilitas, tapi aqidah mrk terjaga. Bahkan tubuhnyapun Allah setting dalam metabolisme yg sesuai dgn kondisi hidup dlm gua selama 300 thn dlm kondisi tidur.
Anjing yg mengikuti mereka menjaga para pemuda yg mempertahankan aqidahnya tersebut. Maka anjing yg biasanya kita nilai sbg binatang najis, pada saat itu ikut termuliakan krn dia bersama org2 yg shalih.
Kalau anjing saja termuliakan dgn Allah sebut dlm Alquran, maka bagaimana dgn kita, kenapa kita enggan berkumpul dgn org2 shalih yg selalu berusaha taat kepada Allah dlm ketundukan hati dan selalu beramal shalih di jalan Allah?
Berbagai bentuk ujian yg Allah sebutkan dalam surat AlKahfi.
Ujian ashabul kahfi adalah ujian aqidah.
Sementara ujian lain adalah ujian ilmu yg dialami Nabi Musa saat bersama Nabi Khidir
Juga ujian kekuasaan, itulah yg dialami Dzulqarnain yg memiliki kekuasaan yg dimanfaatkan utk kesejahteraan rakyatnya.
Semua itu menjadi pelajaran bagi, wahai orang2 yg ingin disebut beriman disisi Allah.
###
Mohon maaf bila ada kekurangan/kesalahan. 🙏🏼
Langganan:
Postingan (Atom)