Kamis, 01 Maret 2018

Kutbah Jumat Mukhoyyam Alquran bersama Ust. Abdul Aziz Abdur Rouf, Lc.Alhafizh.

Berikut ini adalah Kutbah Jumat Mukhoyyam Alquran oleh Ust. Abdul Aziz Abdur Rouf, Lc.Alhafizh.


Tidaklah kita merasa enggan berinteraksi dg alquran, kecuali karena rasa syukur kita yg sangat kurang terhadap diturunkannya Alquran. Padahal dalam awal surat AlKahfi  Allah sendiri mensyukuri turunnya Alquran.

Sesungguhnya siapa yg membaca Alkahfi maka Allah akan berikan dan jaga  dia dengan cahaya hidayah dari jumat ini ke jumat depan.

Mari dr sekaranglah kita merasa takut yg sedalam2nya pada hari akhir pada saat catatan amal kita diserahkan. Karena siapa yg merasa takut sekarang, tdk akan takut lagi kelak. Imam Hasan al Bashri rohimahulloh mngatakan tdk pernah dikumpulkan 2 rasa takut pada waktu bersamaan. Siapa yg takut pd Allah saat di dunia, dia tdk akan ketakutan lagi di akhirat kelak.

Mari evaluasi ketakwaan kita terhadap Allah dengan mengukur tingkat kedekatan interaksi kita dgn AlQuran. Sejauh mana kita sudah mentilawahi, mentadabburi, mengamalkan dan menjadikannya sbg panduan hidup kita.

Aksi2 amal yg Allah sebut investasi yg kekal albaqiyatu shalihat.
Kita harus syukuri keberadaan AlQuran dlm diri kita dengan cara mngakses sebanyak2nya nilai2 AlQuran utk diinternalisasikan ke dlm diri kita.

Quran tdk akan mnbangun diri dan masyarakat bila yg kita selalu diributkan hal2 yg remeh yg tdk penting yaitu hal2 yg tdk memberi manfaat atau mudharat bagi keimanan dan amal shalih. Diantaranya Allah sebut dlm Surat Alkahfi perihal kisah ashabul kahfi, dimana org2 yg tdk beriman sibuk dg jumlah pemuda ashabul kahfi, pdhal justru perjuangan merekalah yg perlu kita ambil pelajaran.
Bukankah  ibroh/pelajaran kehidupan mereka  yg Allah sebut sebagai hal yg mengagumkan lebih penting utk diperhatikan?

Bagaimana tawakkal mereka utk menerima kehidupan yg terselamatkan dr musibah din ketika mrk berdoa : Robbana aatina minladunka rohmah wa hayyi'lana min amrina rosyada...

Ketika mrk berusaha istiqomah dn melakukan uzlah ke dlm gua utk mempertahankan aqidahnya.
Ini tentu juga akan mnginspirasi kita agar sering sering berdoa robbana laa tuzigh qulubana ba'da izhadaitana wa hablanaa minladunka rohmah innaka antal wahab...

Tdk mungkin seseorang bisa tsabat tanpa rahmat Allah.

Surat Al kahfi memberi janji yg luar biasa agar kita mdpt rahmat. Betapapun fasilitas keduniaan tdk berpihak pd dirinya, tp mereka terselamatkan secara aqidah krn rahmat Allah. Dan itulah kemenangan yang besar disisi Allah.

Pemuda ashabul kahfi tinggal dg tentram dlm gua, walaupun minim scr fasilitas, tapi aqidah mrk terjaga. Bahkan tubuhnyapun Allah setting dalam metabolisme yg sesuai dgn kondisi hidup dlm gua selama 300 thn dlm kondisi tidur.
Anjing yg mengikuti mereka menjaga para pemuda  yg mempertahankan aqidahnya tersebut. Maka anjing yg biasanya kita nilai sbg binatang najis, pada saat itu ikut termuliakan krn dia bersama org2 yg shalih.
Kalau anjing saja termuliakan dgn Allah sebut dlm Alquran, maka bagaimana dgn kita, kenapa kita enggan berkumpul dgn org2 shalih yg selalu berusaha taat kepada Allah dlm ketundukan hati dan selalu beramal shalih di jalan Allah?

Berbagai bentuk ujian yg Allah sebutkan dalam surat AlKahfi.

Ujian ashabul kahfi adalah ujian aqidah.
Sementara ujian lain adalah ujian ilmu yg dialami Nabi Musa saat bersama Nabi Khidir
Juga ujian kekuasaan, itulah yg dialami Dzulqarnain yg memiliki kekuasaan yg dimanfaatkan utk kesejahteraan rakyatnya.

Semua itu menjadi pelajaran bagi, wahai orang2 yg ingin disebut beriman disisi Allah.

###

Mohon maaf bila ada kekurangan/kesalahan. 🙏🏼

Tidak ada komentar: